Operasional Motah Manunggal Pituah di Stop! Pengelolaan Sampah di Kacapiring Terganggu
BANDUNG INSPIRA – Penghentian operasional Mesin Olah Sampah (Motah) Manunggal Pituah di Kelurahan Kacapiring, Kota Bandung, telah menyebabkan gangguan pada pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Motah dihentikan sementara waktu menyusul instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk melakukan uji emisi.
Penghentian operasional Motah berdampak pada pengelolaan sampah di Kelurahan Kacapiring. Sampah rumah tangga untuk sementara ditahan di rumah masing-masing warga. Aparat kewilayahan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui ketua RW agar kebijakan sementara ini dapat dipahami dan dilaksanakan.
Motah Manunggal Pituah memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah wilayah tersebut. Fasilitas ini melayani pengolahan sampah dari sembilan RW di Kelurahan Kacapiring serta lima RW dari kelurahan lain. Dalam kondisi normal, Motah mampu mengolah sekitar 10 hingga 12 ton sampah per hari.
Warga berharap penghentian operasional tidak berlangsung lama mengingat pentingnya fungsi Motah bagi masyarakat. “Pengelolaan sampah ini sangat membantu supaya lingkungan tetap bersih dan tidak ada sampah yang menumpuk di rumah,” kata salah satu warga.
Motah Kacapiring menggunakan teknologi insinerator yang cukup efektif dalam mengolah sampah karena tidak menimbulkan penumpukan. Hasil pembakarannya juga berupa abu yang bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk produksi paving block.
Pihak pengelola masih menunggu hasil uji emisi yang dilaksanakan oleh KLH bersama Sucofindo. Setelah hasil uji emisi keluar, pihak pengelola dapat menentukan langkah selanjutnya untuk mengoperasikan kembali Motah Manunggal Pituah. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


