Muhammadiyah Kecam Represifitas Aparat di Desa Wadas

JAKARTA INSPIRA,- Tindakan represif kembali dilakukan oleh aparat terhadap warga Desa Wads dan jaringan solidaritas yang berjuang mempertahankan ruangidupnya.

Diketahui, hingga Selasa (8/2), 900 aparat yang mendatangi Desa Wadas itu berhasil menangkap total 60 orang dan tinfakan represif yang terjadi pada warga, tim kuasa hukum warga dan aktivis di Desa Wadas.

Majelis Hukum dan HAM (MHH) dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan kepada pihak Kepolisian bahwa setiap warga negara Republik Indonesia berhak dan sah untuk menyampaikan aspirasi dan mengkonsolidasikan gerakannya terkait penyelamatan kelestarian dan masa depan lingkungan hidup sebagaimana telah diamanatkan dalam Pasal 28H UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengeloalaan Lingkungan Hidup.

“Mengecam segala bentuk tindakan aparat Kepolisian yang terindikasi bersifat intimidatif, represif dan konfrontatif yang dapat menimbulkan ketakutan, gangguan keamanan dan ketertiban bagi warga di desa Wadas,” jelas Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas.

Dalam keterangan resminya, Muhammadiyah mengecam dugaan tindakan menutup dan membatasi akses informasi publik terkait dengan kondisi terkini dari Desa Wadas.

Selain itu, organisasi keagamaan ini mendesak kepolisian supaya menghentikan penangkapan warga, tim kuasa hukum dan aktivis di Desa Wadas dan mendesak pihak Kepolisian untuk membuka akses bagi tim kuasa hukum, media, pers dan pendamping warga di Desa Wadas.

“MHH dan LHKP Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Kapolri untuk mengendalikan tindakan aparat kepolisian di Desa Wadas,” terangnya. (GIN)