Menjelajahi Seni di Museum Srihadi Soedarsono: Perpaduan Arsitektur Andra Matin dan Warisan Sang Maestro
BANDUNG INSPIRA – Di tengah hiruk pikuk Kota Bandung, sebuah destinasi seni baru telah hadir, menyimpan warisan tak ternilai dari salah satu maestro seni rupa Indonesia, Srihadi Soedarsono. Museum Srihadi Soedarsono, yang resmi dibuka untuk umum pada akhir Juni 2025, bukan sekadar galeri, melainkan sebuah penghormatan pribadi yang bersemayam di halaman rumah sang maestro.
Museum Srihadi Soedarsono yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, merupakan museum pribadi yang didedikasikan sepenuhnya untuk memamerkan karya-karya almarhum Srihadi Soedarsono. Koleksinya mencakup beragam media, mulai dari oil on canvas, watercolor on paper, hingga sketchup.
Bangunan museum modern ini berdiri di halaman depan kediaman Srihadi, menjadikannya perpanjangan ruang kreatif sang pelukis. Keunikan museum ini terletak pada sinergi antara ide sang maestro dengan sentuhan arsitek ternama, Andra Matin. Hasilnya, sebuah mahakarya arsitektur yang mengoptimalkan pencahayaan dan ruang untuk menghidupkan karya seni.
Karya-karya yang dipamerkan tersebar di tiga ruang pamer, dengan total koleksi diperkirakan mencapai sekitar 50-an lukisan. Fokus utama pameran, yang paling berkesan, berada di Ruang Pameran 2 di lantai dasar. Ruangan ini menampilkan karya-karya signature atau ciri khas Srihadi Soedarsono, yang dikenal dengan tema:
– Lukisan Borobudur.
– Lukisan penari (khususnya tari bedaya).
– Lukisan dengan garis horizon yang kuat.
Menyambut antusiasme yang tinggi sekitar 100-150 pengunjung pada hari biasa (weekday) dan melonjak menjadi 250-300 orang saat akhir pekan (weekend), pihak manajemen tetap menghadapi tantangan dalam edukasi.
“Kita sudah menerapkan, jadi ada penjelasan tertulis tentang peraturan tersebut. Tapi tantangan kami adalah ada pengunjung yang mendengarkan, tapi ada juga yang sebetulnya hanya, oh iya-iya tapi habis itu lupa,” jelas Astrid dari Museum Srihadi Soedarsono, belum lama ini.
Salah seorang pengunjung, Hamidi warga Sukabumi mengaku tertarik untuk berkunjung karena desain museum karya Andra Matin serta figur almarhum Srihadi Soedarsono yang dikenal sebagai master lukisan, tukang interior, dan bahkan pencipta logo ITB.
Ketika ditanya tentang karya yang paling menarik, ia menyebutkan lukisan kapal dan Candi Borobudur. “Lukisan itu benar-benar terkesan karena jiwanya jiwa-jiwa seni,” katanya, menekankan bagaimana karya tersebut memicu emosi dan pemikiran khusus.
Lebih jauh ia mengaku, museum Srihadi Soedarsono berhasil menciptakan ruang yang tidak hanya memamerkan kekayaan seni Indonesia, tetapi juga menawarkan pengalaman kontemplatif melalui desain arsitektur yang harmonis. “Ini merupakan persembahan abadi bagi warisan sang maestro dan menjadi oase baru bagi para pecinta seni di Bandung. (Himaya)**
Foto: Himaya


