• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
ARTIKEL LAINNYA, BERITA INSPIRA, DAERAH, FAKTA - HOAKS, FEATURE

Mengapa Pulau Jawa-Bali Tidak Dibandung Jembatan Penghubung

Tri Widiyantie 10 August 2023 0 Comments

Bandung Inspira – Bali memang menjadi salah satu tujuan pariwisata yang sangat diminati oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan seringkali menjadi tempat yang penuh dengan kunjungan yang ramai.

 

Namun, sangat disayangkan bahwa saat ini hanya terdapat dua alternatif jalur yang dapat digunakan untuk mencapai Pulau Bali. Jalur pertama adalah melalui transportasi udara, dengan menggunakan pesawat, sementara jalur kedua yaitu melalui perjalanan laut yang menggunakan kapal laut. Sayangnya, hingga saat ini pilihan jalur darat yang secara fisik menghubungkan pulau-pulau di Indonesia belum dibuat oleh pemerintah. 

 

Lantas, mengapa tidak ada jembatan dari Jawa ke Bali? berikut penjelasannya.

 

Secara geografis, posisi antara Pulau Jawa dan Pulau Bali sangat dekat. Jarak antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali hanya sekitar 5 km. Namun, mengapa pemerintah tidak membangun jembatan untuk menghubungkan dua pulau ini? 

 

Pada tahun 1960, seorang guru besar di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bernama Prof. Dr.(HC) Ir. Sedyatmo (alm) mengusulkan gagasan jembatan ini. Bahkan, telah diberikan suatu identifikasi dengan memberikan nama khusus untuk jembatan tersebut, yakni Jembatan Tri Nusa Bima Sakti.

 

Penamaan ini juga sejalan dengan tujuan pembuatan jembatan tersebut, yang bertujuan untuk menghubungkan secara fisik tiga pulau itu, yakni Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Bali. 

 

Namun gagasan itu ditolak dari banyak tokoh masyarakat Bali ketika itu.

 

I Komang Arsana, yang menjabat sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Jembrana, memberikan reaksi tegas dan dengan suara lantang untuk menolak gagasan tentang pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

 

Ternyata, bukan masalah dana yang menjadi jawabannya, melainkan terdapat alasan lain yang berkaitan dengan mitologi Hindu. 

 

Sebenarnya apa saja alasan dasar penolakan ini? Berikut alasan-alasan yang membuat gagasan jembatan ini ditolak.

 

  1. Menurut mitologi Dang Hyang Sidhimantra, bahwa Pulau Bali sengaja dipisahkan dari Pulau Jawa oleh laut, tujuannya adalah untuk menyaring dampak negatif dari luar Pulau Bali dan memberikan kemudahan dalam pengawasan terhadap Pulau Bali.
  2. Secara faktor agama dan budaya, rencana ini akan bertentangan dengan ajaran umat Hindu yang melarang ketinggian manusia dan bangunan melebihi tinggi tempat ibadah umat Hindu.
  3. Secara geografis selat Bali yang dikelilingi Laut Jawa (di Utara) dan Samudra Hindia (di Selatan) menyebabkan tingginya arus ombak dan volume air yang melintasi Selat tersebut.
  4. Serta mengantisipasi ledakan jumlah penduduk dan tingkat kriminalitas.

 

Penting untuk mempertimbangkan semua faktor ini dengan cermat dalam merumuskan kebijakan dan proyek infrastruktur yang berkaitan dengan konektivitas antara Pulau Jawa dan Bali. Keputusan mengenai pembangunan jembatan ini haruslah didasarkan pada pemahaman yang komprehensif tentang aspek teknis, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, serta melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. (YUNDA)**

 

Previous Post
Bupati Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Akan Menjadi Venue Piala Dunia U-17
Next Post
Fakta Pelecehan Seksual Finalis Miss Universe. Begini Tanggapan Komnas Perempuan

Berita Lainnya

Waspada DBD Awal 2026, Farhan:  Warga tak Anggap Remeh Demam
BERITA INSPIRA TV

Waspada DBD Awal 2026, Farhan: Warga tak Anggap Remeh Demam

13 January 2026
Banyak Ditemukan Kotoran Manusia dan Bau Pesing! Farhan Akan Beutifikasi 17 Ruas Jalan di Kota Bandung
BERITA INSPIRA

Banyak Ditemukan Kotoran Manusia dan Bau Pesing! Farhan Akan Beutifikasi 17 Ruas Jalan di Kota Bandung

12 January 2026
Hakim PN Bandung Tolak Gugatan Praperadilan Erwin: Penetapan Tersangka Memenuhi Dua Alat Bukti
ARTIKEL LAINNYA

Hakim PN Bandung Tolak Gugatan Praperadilan Erwin: Penetapan Tersangka Memenuhi Dua Alat Bukti

12 January 2026
Kota Bandung Masuk 3 Besar Destinasi Wisata Paling Berkembang di Asia
BERITA INSPIRA

Kota Bandung Masuk 3 Besar Destinasi Wisata Paling Berkembang di Asia

12 January 2026

Leave A Comment Cancel

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us