Macet Bikin Rugi Milyaran Rupiah, Seberapa Efektif dan Bagaimana Sistem Kinerja MLFF Tol

BANDUNG INSPIRA,- Kebijakanpemerintah untuk mencabut E-toll dan menggantinya dengan MLFF akan dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini.

Lantas apa itu MLFF tol? Bagaimana cara kerja MLFF? Seperti apa sistem kerja MLFF? Kapan MLFF diterapkan?

Pertanyaan semacam ini kerap mencuat di kalangan pembaca terkait rencana penerapan MLFF tol di Indonesia.Menurut informasi, MLFF tol akan diuji coba di sejumlah ruas jalan tol di Jakarta dan Bali.

Beberapa ruas jalan tol yang akan menggunakan sistem MLFF yakni Jalan Tol Dalam Kota, Tol Metropolitan Jabodetabek, Tol Jakarta-Tangerang, Tol Tangerang-Merak, Tol Jakarta-Cikampek, dan Tol Bali Mandara.

MLFF atau Multi Lane Free Flow adalah sistem pembayaran tol yang dilakukan dalam kecepatan normal dengan menggunakan teknologi nirsentuh.

MLFF tol merupakan inovasi yang menciptakan efisiensi, efektivitas, keamanan, dan kenyamanan dalam melakukan transaksi pembayaran jalan tol.

Maka dengan menggunakan sistem MLFF tol, pengendara tidak perlu berhenti di pintu tol untuk melakukan transaksi, sehingga tidak menimbulkan antrean lagi.

Melansir dari bpjt.pu.go.id, MLFF akan menghilangkan waktu transaksi serta antrian di pintu tol.

Penggunaan system MLFF diklaim mampu meningkatkan efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir penggunaan bahan bakar.

Pertanyaannya muncul lagi apa perbedaan MLFF dengan E-toll

Cara kerja MLFF tol berbeda dengan sistem pembayaran jalan tol yang menggunakan e-Toll. Dalam sistem e-Toll, pengemudi melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol. Pengemudi membutuhkan waktu untuk membuka kaca kendaraan kemudian melakukan tapping kartu elektronik.

Sedangkan sistem MLFF, pengemudi tidak perlu lagi berhenti di pintu tol apalagi mengantri ketika melakukan transaksi. Pengemudi cukup berjalan dengan kecepatan normal.

Kementerian PUPR telah memulai konstruksi transaksi tol menuju sistem MLFF. Ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Sistem ini ditargetkan siap diterapkan pada akhir tahun 2022 pada 40 ruas tol di Pulau Jawa dan Bali,” tulis akun Instagram Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Direktorat Jenderal Bina Marga Danang Parikesit menjelaskan bahwa dalam penerapannya nanti MLFF di Indonesia akan berjalan dengan skema pembagian gerbang tol.

Nantinya, sekitar 50 persen dari total gardu pada gerbang tol akan digunakan untuk MLFF tol, sedangkan 50 persen lainnya digunakan bagi pengguna yang melakukan pembayaran nontunai konvensional.

Macet Bikin Rugi Capai Rp56 Triliun

Dilansir Disway.id, sistem MLFF ingin diterapkan lantaran menurut survei Worldbank tahun 2019, Indonesia sudah merugi hingga Rp56 triliun akibat kemacetan.

Kemudian ketika PUPR melakukan studi kelayakan terkait MLFF, didapatkan data kerugian akibat antrean gerbang tol (GT) sekitar Rp 4,4 triliun per tahun.

Awalnya sistem MLFF dimulai dari prakarsa badan usaha (unsolicited project) asal Hongaria, yakni Roatex Ltd Zrt.

Diketahui bahwa badan usaha tersebut sudah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019.

Sistem MLFF akan memakai teknologi bernama Multi Lane Free Flow, yakni sebuah Global Navigation Satellite System (GNSS) pada aplikasi khusus jalan tol di smartphone. Setelah itu, GPS akan mulai menentukan lokasi mana yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.

Saldo uang elktronik yang ada di aplikasi ponsel akan langsung terpotong setelah kendaraan melewati gerbang tol.

Dengan adanya sistem MLFF tol, setidaknya akan menghemat waktu pengguna jalan tol sebanyak 4 detik dibandingkan transaksi manual (10 detik). (MSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.