Lawan Terus, Haris dan Fathia Bawa Dokumen Kejahatan Luhut di Papua ke Polisi

JAKARTA INSPIRA,- Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti terus melakukan upaya perlawanan ke Luhut Binsar Panjaitan. Baru –baru ini mereka membawa dokumen perihal keterlibatan Luhut dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

Haris Azhar Cs, turut membawa dokumen perihal keterlibatan Luhut dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua ke Polda Metro Jaya.

Hal ini serangkaian dengan Polda Metro Jaya, memeriksa tiga saksi dari berbagai organisasi lingkungan dan HAM soal seteru Luhut dan Haris Azhar Cs.

Organisasi lingkungan hidup yang diperiksa itu antara lain KontraS, Walhi, dan Trend Asia. Para saksi diperiksa dalam rangka penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik, terhadap Luhut Panjaitan yang menyeret Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Kadiv Hukum Kontras, Andi Muhammad Rezaldy, mengatakan ketiga saksi dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik perihal konten video Haris dan pernyataan Fatia di YouTube, perihal keterlibatan Luhut dalam dugaan kejahatan ekobomi di Intan Jaya, Papua.

Andi Muhammad menyebut, pihaknya turut membawa dokumen perihal keterlibatan Luhut dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

“Selain keterangan, kami berikan dokumen yang menguatkan adanya dugaan kepentingan bisnis,” kata Andi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/4/2022) kemarin.

Andi mengeklaim pernyataan Haris dan Fatia, menuding Luhut terlibat kejahatan ekonomi di Papua merupakan hasil riset sembilan masyarakat sipil.

Dokumen yang dianggap autentik tersebut memuat tentang rekam jejak Luhut dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

“Sejumlah dokumen yang menguatkan rekam jejak bisnis atau dugaan konflik kepentingan dilakukan LBP,” kata Andi.

Menurut salah satu saksi, Direktur Program dan Kampanye Trend Asia, Ahmad Ashov Birry, mengklaim riset yang mereka lakukan sudah enam bulan yang lalu tepatnya di bulan Agustus 2021.

Ahmad mengaku, riset yang dipublikasikan itu bertujuan agar pemerintah merespons dan segera menangani konflik di Papua.

“Kami masih tunggu langkah-langkah pemerintah agar segera menghentikan konflik kekerasan di Papua dan memikirkan pertambangan yang tidak diizinkan rakyat,” kata Ahmad.

Haris dan Fatia menjadi tersangka buntut pernyataan dan judul dalam video bertitel ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ di YouTube yang dipersoalkan Luhut Binsar. (RED)

Leave a Reply

Your email address will not be published.