Kritik Demokrat Buat Ganjar Pranowo: Bikin Konten Banyak Gaya, Bela Rakyat Mati Gaya

BANDUNG INSPIRA,- Kritik yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terus bermunculan buntut dari meletusnya bentrok antara warga dan kepolisian di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Banyak pihak menyoroti sikap represif aparat kepolisian yang menangkap puluhan warga Desa Wadas karena menolak kampungnya jadi area tambang. Ribuan aparat kepolisian diterjunkan ke Desa Wadas untuk mengamankan pengukuran tanah lokasi tambang batu.

Proyek tambang tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Bendungan Bener yang menjadi proyek nasional.

Sayangnya, tak hanya lakukan pengawalan terhadap tim BPN, polisi justru menangkap puluhan warga Desa Wadas yang menolak rencana proyek tersebut.

Berbagai hujan kritik datang ke Ganjar, dan yang terbaru dari politisi Demokrat, Yan Harahap.

Ganjar seolah ‘mati gaya’ melihat kondisi warga Desa Wadas yang kini wilayahnya terancam tambang.

“Kalau lagi bikin konten, Gubernurnya ‘banyak gaya’. Soal bela rakyat ia ‘mati gaya’,” sindir Yan Harahap lewat akun Twitter @YanHArahap, Kamis (10/2/2022).

Sebelumnya kritik juga dilontarkan Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas terkait kejadian tersebut, yang menyesalkan sikap polisi yang seolah represif kepada warga Desa Wadas.

“Hal ini tentu jelas sangat kita sesalkan dan sangat tidak kita inginkan. Karena dalam hal ini negara yang semestinya menampakkan sosok yang lembut dan mengayomi, tapi wajahnya malah sudah berubah menjadi monster,” kata Anwar Abbas dalam keterangan resmi.

Dia menyebut kalau tindakan polisi kepada warga penolak tambang itu sangat tak bisa diterima.

“Sehingga tindakan yang seperti ini dalam bahasa buku bisa dimasukkan ke dalam kategori teror by the state, di mana yang melakukan dan menciptakan teror dan ketakutan di tengah masyarakat itu bukanlah individu dan atau jaringan teroris tapi adalah negara,” ungkapnya.

Ditegaskannya tindakan itu sudah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. (MSN)