Kondusivitas Kota Bandung: Fondasi Utama Pembangunan Berkelanjutan yang Unggul dan Maju
BANDUNG INSPIRA – Kondusivitas merupakan kunci utama Bandung tetap aman, nyaman, dan damai, menjadikannya kota yang “enakeun” (nyaman) untuk ditinggali. Rasa aman ini didukung partisipasi aktif warga melalui inisiatif ‘Warga Jaga Warga’, keramahan penduduk, serta sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap kondusif.
Rasa aman dan nyaman ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota hunian impian dan tempat yang populer untuk berbagai aktivitas, termasuk wisata dan sport tourism. Faktanya, sekitar 700 ribu wisatawan masuk ke Kota Bandung selama libur Lebaran 2026, dengan potensi mencapai 1 juta orang pada puncak akhir pekan. Angka ini melampaui ekspektasi awal dan melebihi jumlah tahun sebelumnya, menjadikan Kota Bandung sebagai destinasi utama sekaligus transit menuju area wisata.

Untuk tetap menjaga kondusivitas tersebut, terutama pasca lebaran ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Bandung pasca perayaan Idulfitri. Farhan mengaku situasi di lapangan dinilai terkendali dengan baik, termasuk dalam hal penanganan kriminalitas.
“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik sampai hari ini. Laporan kriminalitas masih bisa dikendalikan dengan sangat baik,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, belum lama ini.
Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polrestabes Kota Bandung dan Polda Jabar, yang dinilai telah berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. “Terima kasih kepada Polrestabes Bandung dan Polda Jabar yang betul-betul menjaga kita dengan sangat baik. Insyaallah kita kerja sama terus,” tambahnya.

Meski demikian, Farhan mengakui masih terjadi gesekan sosial seperti tawuran skala kecil. Namun, ia memastikan permasalahan tersebut dapat segera ditangani di tingkat kewilayahan tanpa eskalasi lebih lanjut. “Tawuran gesekan-gesekan kecil terjadi, tapi kita sudah bisa selesaikan di tingkat kewilayahan,” jelasnya.
Terkait upaya pencegahan, Pemerintah Kota Bandung juga akan memperkuat pendekatan dialogis, khususnya dengan kalangan pendidikan. Farhan mengungkapkan rencananya untuk berdialog dengan orang tua dan pengelola sekolah, terutama di tingkat SMA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Anak sekolah hari Senin ini saya akan dialog dengan para orang tua dan pengelola sekolahnya. Kalau tingkat SMA, kita hanya bisa dialog karena tidak punya kewenangan langsung,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan jam malam bagi pelajar tetap diberlakukan sebagai bagian dari langkah preventif. Patroli keamanan pun terus digelar secara rutin. “Patroli masih berjalan,” singkat Farhan.
Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman sudah menyiapkan langkah strategis menjaga kondusifitas pasca Lebaran. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembentukan Kelurahan Rekonsiliasi dan Perdamaian, sebuah inisiatif dari pemerintah pusat yang diharapkan mampu meredam potensi konflik di masyarakat.
Andri menyampaikan, program tersebut akan segera dibahas dalam rapat resmi. “Ada namanya pembentukan kelurahan rekonsiliasi dan perdamaian. Mudah-mudahan, program ini yang dari pusat bisa berjalan dengan baik di Kota Bandung,” kata Andri.

Lebih jauh ia juga menuturkan, tujuan utama program tersebut yaitu memperbaiki hubungan antar kelompok dan organisasi di masyarakat. “Ini juga untuk mencegah konflik atau memperbaiki hubungan, agar kelompok, organisasi atau yang lainnya bisa bersama-sama menciptakan situasi Bandung yang kondusif,” ucapnya.
Selain program rekonsiliasi, Kesbangpol Kota Bandung juga melakukan pendekatan sosial dengan menjalin silaturahmi bersama komunitas motor di Kota Bandung. Langkah tersebut, diharapkan menjadi bagian dari pembinaan yang mendukung terciptanya suasana aman dan tertib.
“Silaturahmi dengan komunitas motor. Mudah-mudahan bisa menciptakan Bandung yang mendukung terciptanya kondisi kondusif,” bebernya.
Andri juga memaparkan poin-poin penting mengapa kondusifitas menjaga kenyamanan Bandung, diantaranya keamanan dan Ketertiban. “Kondusifitas membuat Bandung tetap aman dari gangguan anarkisme, didukung oleh sinergi solid antara Polri, TNI, dan pemerintah kewilayahan (tiga pilar: Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Camat/Lurah),” tuturnya.

Disamping itu Warga Jaga Kota yaitu adanya partisipasi aktif masyarakat dan komunitas untuk saling menjaga keamanan di lingkungan sekitar, termasuk pasar dan area publik, menciptakan rasa aman bagi warga dan pendatang.
“Suasana Harmonis dimana kondusifitas didukung oleh karakter warga Bandung yang ramah dan hangat, membangun kebersamaan, serta suasana yang damai dan tidak mudah terprovokasi,” tandasnya seraya menambahkan penting juga ada dukungan dari lingkungan yang kreatif. (adv/Tim Berita Inspira)**
Foto: Tim Berita Inspira/Istimewa


