KKP Dorong IPMAPHERI Perluas Pasar Hasil Perikanan
BANDUNG INSPIRA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Ikatan Profesi Pembina Mutu dan Analis Pasar Hasil Kelautan dan Perikanan Indonesia (IPMAPHERI). Organisasi profesi ini didirikan sebagai wadah strategis untuk menyatukan para profesional di bidang pembinaan mutu dan analisis pasar.
Dengan tujuan memperkuat kapasitas melalui peningkatan kompetensi, pendampingan yang efektif bagi pelaku usaha, dan edukasi publik mengenai peran penting ikan sebagai sumber protein berkualitas. IPMAPHERI diharapkan berperan aktif dalam menjamin ketersediaan pasokan ikan yang aman dan bermutu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
​Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyampaikan bahwa kehadiran IPMAPHERI sangat memperkuat kemampuan pemerintah dan sektor swasta. Ia optimis organisasi ini akan membantu mempertahankan standar mutu produk, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong proses hilirisasi hasil kelautan dan perikanan.
“Pertumbuhan industri perikanan menghadirkan banyak peluang, organisasi profesi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor sekaligus penggerak peningkatan kompetensi anggotanya,” ujar Machmud melalui keterangan resminya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Ia juga menjabarkan beberapa fungsi utama IPMAPHERI, yaitu mendukung program prioritas KKP, mulai dari memastikan mutu dan keamanan pangan ikan, mendorong nilai tambah produk, hingga menyediakan analisis pasar yang akurat demi memperkuat akses pasar baik domestik maupun ekspor.
Ditegaskannya, organisasi ini juga harus mendukung implementasi prinsip Ekonomi Biru melalui praktik pascapanen yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan peran strategis tersebut, IPMAPHERI menjadi mitra krusial pemerintah dalam menjaga kualitas dan daya saing produk perikanan Indonesia.
Abdul Rachman (Aab) memaparkan kesiapan penuh organisasinya untuk mendukung inisiatif pemerintah. Menurutnya, peresmian yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) merupakan momentum ideal untuk menekankan perlunya masyarakat mengonsumsi ikan yang berkualitas, aman, dan memiliki nilai tambah.
“Pembentukan IPMAPHERI menjadi langkah penting dalam memperkuat pilar sumber daya manusia, terutama SDM teknis yang berperan menjaga mutu produk, keamanan pangan, dan akses pasar,” jelas Aab.
Saat ini, IPMAPHERI telah menghimpun sekitar 1.050 Pembina Mutu dan 478 Analis Pasar Hasil Perikanan yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Ia menilai bahwa sumber daya manusia teknis yang besar ini merupakan aset strategis yang harus disatukan dalam satu organisasi profesional. Hal ini penting agar upaya peningkatan kompetensi, standardisasi layanan, dan koordinasi kerja dapat berjalan lebih terarah dan terukur.
“Untuk itulah organisasi profesi seperti IPMAPHERI ini hadir dan akan berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan pangan, dan nilai produk dari hulu hingga hilir,” tutupnya.
Sebagai informasi, IPMAPHERI dibentuk melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 62 Tahun 2025. Organisasi profesi ini mewadahi Pembina Mutu (PM) dan Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP) dalam mendorong peningkatan mutu dan nilai hasil perikanan nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah menegaskan bahwa penguatan ekonomi biru dan pemanfaatan sumber pangan laut (blue food) adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan di masa depan, dengan keyakinan bahwa laut mampu menyediakan protein berkualitas secara berkelanjutan. (Himaya)**
Foto: IG @Ditjen PDSPKP


