Kisah Mohammad Bzeek: Pelabuhan Terakhir bagi Anak-Anak di Penghujung Usia
BANDUNG INSPIRA – Disudut kota Los Angeles Amerika Serikat, sebuah rumah kecil menjadi saksi atas ketegaran jiwa seorang pria muslim bernama Mohammad Bzeek. Sekilas, aktivitas Bzeek sempat mengundang tanda tanya dan kecurigaan karena hampir semua anak yang diadopsinya meninggal dunia dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ketika pintu rumahnya terbuka, segala prasangka dan ketegangan seketika runtuh.
Di dalam rumah itu, tidak ditemukan kengerian sebagaimana yang dikhawatirkan. Yang ada hanyalah kesunyian yang tenang, jajaran foto anak-anak di dinding, serta aroma rumah yang hangat. Kecurigaan para aparat perlahan berubah menjadi keheningan yang penuh rasa hormat saat menyadari misi mulia di balik atap tersebut.
Selama lebih dari dua dekade, Mohammad bersama almarhum istrinya telah mengadopsi puluhan anak dengan kondisi medis yang memprihatinkan. Anak-anak yang ia rawat menderita penyakit stadium akhir, mulai dari kanker tulang, tumor otak, hingga distrofi otot, penyakit-penyakit berat yang bahkan membuat dunia medis angkat tangan.
Ketika orang tua kandung mereka menyerah dan pihak rumah sakit tidak lagi memiliki ruang, rumah Mohammad menjadi tempat pemberhentian terakhir. Di sinilah anak-anak tersebut merasakan kembali arti kasih sayang di sisa usia mereka. Mohammad memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh peralatan medis canggih sekalipun; pelukan hangat, untaian doa, dan dongeng sebelum tidur.
​”Saya ingin mereka merasakan cinta seorang ayah dan ibu di saat terakhir mereka,” ungkapnya dengan tulus.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika anak terakhirnya, Gabriel, yang berada dalam kondisi lumpuh dan buta, mengembuskan napas terakhir di pelukannya pada tahun 2017. Meski duka mendalam menyelimuti, Mohammad mengaku hatinya tenang karena tahu sang anak pergi dengan senyuman setelah merasakan dekapan hangat seorang ayah.
​Kini, di usianya yang telah menginjak 60-an, Mohammad Bzeek masih terus mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak-anak yang membutuhkan cinta di penghujung jalan mereka. Kisah ketulusannya ini telah mengguncang dunia dan menjadi pengingat tentang esensi kemanusiaan yang melampaui segala perbedaan. (Himaya)**
Foto: Instagram @tdvint


