BERITA INSPIRAHEALTHNASIONAL

Kenali Gelaja dan Penyebab Buta Warna.

buta warna
buta warna

HEALTH INSPIRA – Istilah buta warna seringkali dikenal sebagai defisiensi penglihatan warna adalah kondisi ketika seseorang  tidak dapat melihat warna sebagaimana mestinya. Namun, tidak semua orang mengalami buta warna total, ada pula orang yang tidak bisa membedakan warna-warna tertentu juga disebut sebagai buta warna, dalam kondisi ini disebut buta warna parsial.

Umumnya jenis buta warna yang paling sering ditemukan ialah penderitanya sulit untuk melihat warna merah dan hijau

Penyakit buta warna bisa disebabkan ketika sejak ia lahir dan bisa terjadi seumur hidup. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa ia menderita buta warna. Mungkin mereka menyadari karena hilangnya kepekaan terhadap warna.

Nah, supaya kamu lebih mengenal buta warna dan bisa mendapatkan penanganan lebih tepat, yuk ketahui apa saja gejala, penyebab, jenis-jenis, dan cara mendiagnosisnya pada artikel berikut!

Baca juga Mau Terus Terlihat Awet Muda? Cobalah 6 Olahraga Ini!

Gejala Buta Warna

Ada beberapa gejala penyakit buta warna yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Sulit membedakan antara merah, orange, kuning, coklat dan hijau.
  • Warna-warna tersebut tampak lebih kusam daripada yang terlihat oleh orang yang memiliki penglihatan normal.
  • Kesulitan membedakan antara nuansa ungu.
  • Bingung dengan merah dan hitam.
  • Pada kasus yang jarang terjadi, beberapa orang mengalami masalah dengan warna biru, hijau, dan kuning (buta warna biru-kuning).

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang mengalami buta warna selalu salah dalam menebak warna. Contoh sederhananya ketika memasak daging merah, terkadang merasa kesulitan untuk membedakan warna saat masih mentah dan sudah matang karena warnanya terlihat sama.

Tak hanya itu, mereka juga biasanya merasa kesulitan untuk membedakan warna lampu lalu lintas.

Baca juga Kamu Harus Tahu! Ternyata Self-Diagnosis Berbahaya Pada Kesehatan.

Penyebab Buta Warna

Apabila mata normal, tentu bukan hal yang sulit untuk mengetahui dan membedakan warna. Namun, melihat warna di seluruh spektrum cahaya adalah proses kompleks yang dimulai dengan kemampuan mata untuk merespons panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Indera penglihatan kita mempunyai sel-sel saraf yang secara khusus dapat bereaksi terhadap warna dan cahaya. Sel-sel inilah yang dapat mendeteksi terang, gelap, dan tiga pigmen warna (merah, hijau, dan biru).

Seseorang dengan defisiensi penglihatan warna mengalami kerusakan pada sel yang mendeteksi pigmen warna ini. Maka, yang terjadi warna tertentu atau bahkan seluruh warna, sulit dikenali dan dibedakan.

Adapun sejumlah pemicu penyebab buta warna dapat terjadi diantaranya:

  • Sebagian besar kasus buta warna adalah penyakit yang diturunkan dari orang tua ke anak, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Tingkat keparahan yang diturunkan bisa ringan, sedang atau berat, biasanya mempengaruhi kedua mata, dan tingkat keparahannya tidak berubah seumur hidup.
  • Penyakit tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan defisit warna adalah anemia sel sabit, diabeter, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, glaukoma, penyakit Parkinson, alkoholisme kronik, dan leukimia.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu. Mengonsumsi obat tertentu dapat memberikan efek samping terhadap penglihatan warna. Beberapa obat yang dimaksud antara lain obat untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit autoimun tertentu, infeksi, gangguan saraf, disfungsi ereksi , hingga masalah psikologis.
  • Penuaan. Kemampuan untuk melihat warna menurun secara perlahan seiring bertambahnya usia.
  • Bahan kimia.Terkena paparan bahan kimia tertentu, terutama karbon disulfida dan pupuk, memicu hilangnya penglihatan warna.

Baca juga 34 Gempa Susulan Melanda Turki, Korban Tembus Lebih dari 2000 Jiwa

Bisakah buta warna disembuhkan? 

Sayangnya, buta warna merupakan penyakit turunan yang terjadi seumur hidup sehingga belum ditemukan pengobatan untuk menyembuhkannya. Penderita buta warna akan diminta untuk beradaptasi agar dapat hidup dengan normal.

Pada kondisi ringan, sebenarnya buta warna tidak mengganggu kamu untuk dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.

Dokter Spesialis Mata mungkin dapat membantu kamu mendapatkan alat bantu penglihatan sehingga mampu beradaptasi dengan lebih baik. Salah satunya dengan memakai kacamata yang dilengkapi lensa khusus untuk mengurangi tumpak tindih gelombang cahaya. Kacamata ini dapat membantu mata melihat warna dengan lebih baik.

Sementara, untuk kasus buta warna yang penyebabnya adalah penyakit atau cedera, masih bisa ditangani dengan cara menyembuhkan penyebabnya.

Sebagai cara untuk beradaptasi, kamu dapat melakukan hal-hal seperti:

  • Mengingat urutan warna pada lampu lalu lintas.
  • Beri label pada pakaian warna.
  • Gunakan lampu atau pencahayaan yang terang agar Sahabat MIKA dapat melihat warna lebih jelas.
  • Mintalah orang lain ketika mengalami situasi sulit yang berhubungan dengan warna.
  • Gunakan lensa kontak atau kacamata khusus untuk membantu melihat warna maupun mengurangi intensitas cahaya yang dapat mengganggu penglihatan.
  • Apabila memungkinkan, gunakan teknologi pendukung seperti aplikasi khusus yang dapat mendeteksi warna suatu objek
  • Selalu rutin berkonsultasi dengan dokter.

Yuk, lakukan tes dan diagnosis mata. Jangan lupa untuk selalu rutin melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata ya!

 

^^Putri Nurul

Sumber : Mitrakeluarga.com

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.