Kebonwaru Siaga: Warga-Pemkot Bandung Atasi Sampah dan Banjir
BANDUNG INSPIRA – Di RW 06, Kebonwaru, suara air sungai yang mengalir tenang seakan terselip kecemasan. Warga tahu, meski kecil, sungai itu bisa menimbulkan masalah besar ketika hujan turun deras.
Di sinilah, Siskamling Siaga Bencana hadir—bukan sekadar ronda malam, tapi juga sebagai pengawas lingkungan yang siap menangani persoalan sampah, sanitasi, dan rumah-rumah di bantaran sungai. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen Pemkot untuk menuntaskan tiga persoalan utama di Kebonwaru.
“Sampah, sanitasi, dan pemukiman bantaran sungai harus tertangani. Itu prioritas kami,” kata Farhan saat meninjau kegiatan Siskamling Siaga Bencana di RW 06 bersama jajaran Pemkot Bandung, dalam keterangan persnya, Jumat (26/9/2025).
Menurut Lurah Kebonwaru, Iwan Setiawan, tantangan cukup besar. Dari 556 kepala keluarga, ada 185 rumah yang belum memiliki septic tank, sehingga limbahnya langsung mengalir ke sungai. Selain itu, 83 rumah berdiri di sepadan sungai, menghadirkan risiko banjir setiap musim hujan.
Di sisi lain, pengelolaan sampah menjadi perhatian khusus. Pemkot telah menyiapkan TPS 3R di lahan eks-Dewiteq Jalan Banten, yang menjadi titik kumpul sampah sebelum diangkut ke TPA.
Namun, fasilitas ini belum sempurna. Sarana tambahan dan skema insentif bagi petugas pengelola dianggap masih sangat dibutuhkan. Farhan menegaskan, program Kang Pisman—Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan—tetap menjadi solusi hulu-hilir sebelum sampah akhirnya dibakar di incinerator kota.
RW 06 sendiri memiliki 2.134 penduduk dengan luas wilayah sekitar 96 hektare. Di antara rumah-rumah itu, terdapat satu rumah yang tidak layak huni. Pemerintah pun berencana membantu melalui program CSR atau bantuan rutilahu.
Persoalan banjir juga menjadi fokus utama Farhan. Dia memerintahkan Satpol PP menertibkan bangunan liar yang menutup saluran air dan merusak aliran ke gorong-gorong, hingga beberapa kali merendam gardu listrik PLN.
Peninjauan berlangsung di titik-titik rawan banjir di bantaran Sungai Cibeunying, sekaligus memeriksa TPS 3R. Farhan berjanji koordinasi lintas dinas akan terus dilakukan agar perbaikan sarana berjalan cepat dan risiko bencana lingkungan di Kebonwaru bisa diminimalkan.
Warga pun menyambut baik langkah Pemkot. Ketua RW 06 mengatakan, “Demi keselamatan generasi muda, kami siap membantu pemerintah, termasuk dalam penertiban bangunan liar yang kerap digunakan untuk transaksi obat keras.”
Di akhir kunjungan, Wali Kota dan rombongan meninjau dua lokasi utama: titik banjir di bantaran Sungai Cibeunying dan rumah tidak layak huni yang akan masuk dalam program bantuan. Di balik kesibukan, terjalin sinergi nyata antara warga dan pemerintah, membentuk Kebonwaru yang lebih aman dan bersih. (Tim Berita Inspira) **
Keterangan Foto:
Wali Kota Muhammad Farhan saat meninjau kegiatan Siskamling Siaga Bencana RW 06 di Kebonwaru bersama jajaran Pemkot Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)


