Kasus Covid-19 Meningkat, Menag Yaqut Terbitkan Aturan Ibadah

JAKARTA INSPIRA,- Kasus Covid-19 kembali menanjak, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan aturan ibadah.

Aturan ibadah itu tertuang dalam Surat Edaran Menag Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19, Optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan, serta Penerapan Protokol Kesehatan 5M.

“Kami kembali terbitkan surat edaran dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian Omicron,” ujar Menag Yaqut, Minggu (6/2).

Dalam SE tersebut, masyarakat yang melaksanakan ibadah berjamaah wajib menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dan menjaga jarak paling dekat satu meter.

Mereka yang melakukan ibadah berjamaah juga diharapkan juga berada dalam kondisi sehat.

Selain itu, membawa perlengkapan peribadatan, menghindari kontak fisik dan tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah.

“Yang berusia 60 tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui disarankan untuk beribadah di rumah,” imbau SE tersebut.

Sementara bagi pengurus dan pengelola tempat ibadah wajib menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan prokes 5M.

Melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan dan menyediakan cadangan masker medis.

Pengurus juga diminta melarang jamaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan, mengatur jarak antar jamaah paling dekat 1 meter dengan memberikan tanda khusus.

Selain itu, juga diimbau tidak menjalankan atau mengedarkan kotak amal, infak, kantong kolekte, atau dana apapun ke jamaah.

“Pengurus dan Pengelola tempat ibadah menyiapkan, menyosialisasikan, dan mensimulasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” imbau SE itu.

Selanjutnya, memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan.

“Dengan mengatur akses keluar dan masuk jamaah dan melakukan disinfeksi ruangan pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan secara rutin,” kata SE.

Tempat peribadatan juga perlu dipastikan memiliki ventilasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk.

Apabila menggunakan air conditioner, wajib dibersihkan secara berkala, melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan paling lama satu jam.

Memastikan pelaksanaan khutbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan, yakni khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (faceshield) dengan baik dan benar.

Selanjutnya khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan menyampaikan khutbah dengan durasi paling lama 15 menit.

“Khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan mengingatkan Jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” tulis SE itu. (GIN)