Kasus Asih Harus Jadi Pelajaran Penting Dinas Kesehatan Kota Bandung

BANDUNG INSPIRA,- Kasus Asih Sekarning (34), warga Gang Samsi, RT 08, RW 01, Kebon Waru, Batu Nunggal, Kota Bandung yang diketahui meninggal dunia setelah diduga terlambat mendapat penanganan dari petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menjadi pembelajaran bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

“Yang pasti bagi kami itu adalah pembelajaran, kesatu setiap rumah sakit (RS) untuk berkomunikasi dengan baik kepada pasiennya, tentang status pasien dan juga rencana penanganan itu yang penting,” ungkap Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara di Balai Kota Bandung, Senin (23/5/2022).

Sehingga, jelasnya, pasien mengetahui kondisi dan komunikasi itu yang diakuinya sangat penting. Kemudian, kedua yaitu yang mematuhi SOP standar pelayanan.

“Jadi pihak RS harus memberikan edukasi kepada masyarakat, karena itu penting dan  transparan juga kalau ada masukan direspons dengan perbaikan.  Itu dari kebijakan kami kalau secara detail teknis medisnya itu kami tidak bisa memberikan otoritas kepada pihak RSHS,” papar Ahyani.

Saat ditanyakan apakah pelayanan RSHS sudah sesuai SOP, Ahyani enggan memberikan komentar terkait teknis di RSHS. “Itu bukan ranah kita, karena ada tim audit medis, kalau pasien kan sudah dijelaskan juga oleh timnya,” tutur Ahyani.

Agar tidak ada kasus serupa terulang, ia menyampaikan, pertama, dokter penanggung jawab pasien itu memiliki DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan). “Dimana harus memberikan edukasi dengan jelas mengenai kondisi pasien dan langkah yang akan dijalankan kemudian seluruh petugasnya responsif.  merespons itu bukan mengiyakan tapi memberi respons terhadap apa yang dikeluhkan oleh pasien,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya,  setiap RS ada unit pengaduan sehingga jika ada permasalahan dengan pelayanan bisa mendatangi unit tersebut. “Jadi penanganannya, semakin dekat dengan permasalahan semakin detail dengan permasalahan akan lebih baik. Dan itu menjadi perbaikan juga bagi kedua belah pihak,” tegasnya.

Sedangkan untuk masyarakat itu sendiri, bisa langsung bertannya kepada DPDJ. Pasalnya, diakui Ahyani, tidak sedikit pasien yang takut bertanya kepada dokter terkait kondisi serta tindakan apa yang dilakukan. “Sehingga tidak menimbulkan kesalahan pahaman,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus Asih bermula saat munculnya video pasien yang meninggal akibat kekurangan oksigan menghebohkan dunia maya, sejak Kamis (19/5/2022) malam. Video itu diunggah akun @risalunaqueen dan sudah ditonton hampir 12.8 juta pengguna di platform TikTok serta dibagikan lebih

dari 22 ribu kali. Ternyata diketahui pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.