Kasus Aktif Covid-19 Bertambah Pemkot Bandung Siapkan Isoman dan Perwal Terbaru

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah lakukan upaya percepatan penanganan ditengah melonjaknya kasus aktif Covid-19. Salah satunya dengan memaksimalkan tempat isolasi mandiri (isoman) disetiap kewilayahan yakni di 30 Kecamatan dan juga telah menyiapkan Perwal terbaru terkait aturan yang akan diberlakukan.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Jumat (4/2/2022). Terlebih, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memerintahkan seluruh rumah sakit di Jabar untuk siaga 1 menyikapi peningkatan kasus Covid-19. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) per 3 Februari 2022 pukul 21.00 WIB, tercatat ada 7.308 kasus terkonfirmasi di Jabar.

Data pusat informasi covid-19 Kota Bandung pun mencatat per hari Kamis (3/2/2022), kenaikan kasus aktif Covid-19 mencapai 323 kasus dengan total kasus aktif 1.067 kasus.

“Kasus aktif yang harus kita waspadai.  Kemarin saja seminggu lompatan 10 kali lipat dan Itu harus diwaspadai. Bed Occupation Rate (BOR) mulai gerak lagi itu yang bikin deg-deg an. Maka minta isoman kewilayahan harus maksimal,” tegasnya.

Lebih jauh ia pun menjelaskan, Camat kewilayahan sudah memberikan garansi, bahwa mereka sudah miliki tempat isoman.

“Nah ini harus terus disiapkan secara maksimal, sehingga nanti tidak ada alasan masyarakat tak mau isoman di tempat yang disediakan dengan alasan tak representatif. Apalagi, jangan dianalogikan seperti hotel dll, yang penting layak dari kacamata kesehatan. Diantaranya,  sirkulasi udara dan ditinggali, ya tak seperti gudang,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengatakan, jika terjadi kedaruratan pihaknya akan mengambil langkah lama, salah satunya bekerjasama dengan hotel. “Selain itu juga bisa kembali menggunakan gedung BKPSDM, meski itu ranahnya Provinsi tapi kenapa tidak,” sambungnya.

Ema melanjutkan, langkah cepat yang dilakukan Pemkot Bandung menghadapi peningkatan kasus aktif Covid-19 yakni dengan mengoptimalkan lokasi isoman.

“Ya saya ingin isoman lebih layak, itu realistis kecepatan. Hotel ada nego harga dan sebagaimana yang mungkin akan memakan waktu,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah wilayah bisa memberlakukan micro lockdown? “Bisa saja tergantung eskalasi atau peningkatan.  Kalau ada lompatan ya niscaya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro akan berlaku. Artinya sudah kebayang mobilitas ditekan dan aktivitas diminimalisasi,” katanya.

Namun, tambah Ema, yang paling utama yakni kesadaran masyarakat dalam penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Paling utama bagi saya tolong ke khawatiran juga muncul di masyarakat jangan pada cuek dan abai. Bagaimana pun bisa dan mampu kendalikan dengan prokes yang lebih baik dan prilaku masyarakat. Kalo gak penting jangan bepergian dan berkerumun,” tandas Ema mengingatkan.

Disamping itu, Pemkot Bandung sudah mempersiapkan Perwal terbaru yang merupakan perubahan dari Perwal sebelumnya. Perwal tersebut muncul karena adanya peningkatan kasus aktif Covid-19.

Perwal terbaru itu adalah perubahan ke-5 dari Perwal No. 103 tentang PPKM Level 2. “Rata-rata dari Perwal tersebut relaksasi dikurangi, saat ini Perwal tinggal ditandatangani Pimpinan,” pungkas Ema. (TRI)