BANDUNG INSPIRA- Puasa Ramadhan sudah dilaksanakan oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka sudah melakukan ibadah puasa Ramadhan lebih awal dibandingkan dengan ketetapan pemerintah. Mereka telah melaksanakan shalat tarawih berjamaah pada Rabu malam (26/2/2025) di Surau Baru, Kecamatan Pauh, dan mulai berpuasa pada Kamis (27/2/2025).
Zahar, salah satu pengurus Imam Surau Baru, menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadhan bagi jemaah Naqsabandiyah telah ditetapkan sejak dua bulan lalu melalui metode hisab, ruqyah, dalil, ijma, dan qiyas. Metode ini telah digunakan secara turun-temurun dalam menentukan awal bulan Ramadhan.
“Penentuan puasa ini dilakukan setelah musyawarah bersama para tokoh ulama Naqsabandiyah, menggunakan metode hisab, ru’yah, dalil, ijma, dan qiyas. Hasil musyawarah memutuskan bahwa puasa dimulai pada hari Kamis,” ujarnya yang dikutip dari detik.com.
Meskipun berbeda dengan ketetapan pemerintah, jemaah Naqsabandiyah tetap menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh. Mereka meyakini bahwa metode yang digunakan sudah sesuai dengan ajaran yang dianut oleh tarekat mereka.
Sementara itu, keputusan jemaah Naqsabandiyah ini tetap mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Namun, perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan sudah sering terjadi di Indonesia, mengingat adanya beragam metode yang digunakan oleh berbagai kelompok Islam dalam menentukan awal bulan hijriah.
Pemerintah melalui Kementerian Agama sendiri akan menggelar sidang isbat dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan awal Ramadhan secara resmi bagi mayoritas umat Islam di Indonesia.Meski demikian, jemaah Naqsabandiyah di Padang tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan menjalankan tradisi mereka sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama sendiri akan menggelar sidang isbat dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan awal Ramadhan secara resmi bagi mayoritas umat Islam di Indonesia. Meski demikian, jemaah Naqsabandiyah di Padang tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan menjalankan tradisi mereka sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. (Salsa Solihatunnisa)**