Jelang Ramadan, Ini Mekanisme Pemkot Bandung Terapkan Aturan Ibadah Hingga Tempat Hiburan

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung keluarkan regulasi baru, terutama jelang bulan ramadan, sejumlah aturan mulai dari ibadah terawih, buka puasa hingga operasional mall dan juga penutupan sejumlah tempat hiburan dipaparkan.

Berdasarkan hasil evaluasi PPKM level 3 Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung menyampaikan beberapa rencana yang akan diambil Pemkot Bandung. Untuk pelaksanaan salat tarawih di masjid-masjid, rencananya akan dibatasi 50 persen jemaah. Peraturan ini rencananya akan diberlakukan mulai H-1 Ramadan.

“Untuk kegiatan ibadah di masjid selama Ramadan seperti terawih, masih dibatasi yakni 50 persen dari kapasitas dan untuk pembagian takjil akan dilakukan pengawasan oleh kewilayahan agar jangan sampai menimbulkan kerumunan,” ungkapnya di Balai Kota Bandung, Selasa (29/3/2022).

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengimbau kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid di wilayah Bandung untuk bisa kembali melaksankan ibadah tarawih berjamaah di dalam masjid, dengan syarat protokol kesehatan ketat.

Untuk masjid-masjid yang ada di persimpangan atau perbatasan daerah, agar saf salat tetap berjarak. Pasalnya, puasa tahun ini masih dijalani dalam kondisi pandemi Covid-19. Seperti kita tahu, Fatwa MUI Pusat, telah diizinkan untuk merapatkan kembali saf salat berjamaah di dalam masjid. Kebijakan ini dikeluarkan, pasca dua tahun jemaah harus salat dengan berjarak.

“Kemudian (salat) Tarawih, bagi masjid tertentu dan tempat perlewatan dan lain-lain, sebaiknya tetap berjarak. Tetapi di masjid komplek yang penduduknya ini biasanya sehari-hari, biasa saja (tidak berjarak),” kata Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl.

Sedangkan, untuk masjid-masjid besar yang ada di pusat kota, seperti Masjid Raya Bandung dan Masjid Pusdai, pihaknya menyerahkan langsung aturan ibadah selama ramadan ke DKM masing-masing.

Intinya, kepada masjid-masjid yang ada di persimpangan atau sisi jalan agar lebih disiplin prokes karena pendatang jemaah yang bisa saja hadir saat ibadah. “Ya walau pun berjarak tapi tidak 2 meter seperti dulu, mungkin ¼ atau ½ meter,” imbuhnya.

Terkait aturan lainnya, Pemkot Bandung akan mengeluarkan regulasi terkait relaksasi di beberapa bidang, terlebih melihat tren angka covid-19 di Kota Bandung yang sudah mulai menurun,

“Selama Ramadan, kita masih ada di level 3. Namun, melihat tren angka Covid-19 yang semakin melandai, ada beberapa relaksasi yang akan dilakukan. Salah satunya, khusus restoran drive thru sudah bisa direlaksasi sampai 24 jam. Karena minim interaksi dan melihat kebutuhan masyarakat akan sahur juga makanan berbuka,” ucap Yana.

Selain itu, Yana menambahkan, toko-toko grosiran bisa aktif buka mulai dari pukul 08.00-21.00 WIB. Kendati akan melakukan sejumlah relaksasi, Yana menegaskan, jika pengawasan akan tetap dilakukan terutama pada lokasi yang kerap dijadikan tempat ngabuburit dan pasar kaget penjual takjil.

“Untuk cafe, kita batasi pengunjung 50 persen. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 juga akan mengawasi tempat ngabuburit dan penjualan takjil. Khawatir jika lokasi-lokasi ini berpotensi menaikkan angka covid lagi,” paparnya.

Sedangkan untuk tempat hiburan malam, Yana melarang beroperasi sama sekali saat Ramadan. Jika ditemukan pelanggaran, Pemkot Bandung tak akan segan untuk menyegel tempat tersebut. “Ya disegel sesuai aturan,” tandasnya. (Tri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.