• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
BERITA INSPIRA, NASIONAL

Jelang Akhir Tahun 2025, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Nasional Melonjak Tajam

Tri Widiyantie 03 December 2025 0 Comments

BANDUNG INSPIRA – ​Sektor manufaktur nasional menunjukkan peningkatan signifikan menjelang penutupan tahun 2025, aktivitas industri Indonesia kini berada dalam wilayah ekspansif yang kuat didorong oleh akselerasi permintaan di dalam negeri. Hal ini disambut baik Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan patut diapresiasi, meski ditegaskannya indikator tersebut bukan satu-satunya penentu kebijakan.

Berdasarkan laporan dari S&P Global, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia melonjak tajam menjadi 53,3 pada November 2025, meningkat dari 51,2 di bulan sebelumnya. Angka ini menandai kinerja terkuat sejak Februari, mengindikasikan pemulihan operasional industri yang semakin mantap dan kesehatan sektor yang kian kokoh.

“Meskipun PMI memicu optimisme, kami tetap berpatokan pada Indeks Kepercayaan Industri (IKI). IKI memberikan gambaran yang lebih detail mengenai subsektor, struktur industri, dan sentimen pelaku usaha secara lebih akurat,” jelas Menperin di Jakarta, belum lama ini.

Pendorong utama kenaikan PMI ini adalah lonjakan pesanan baru yang mencapai level tertinggi dalam 27 bulan terakhir. Peningkatan ini didominasi oleh jumlah pelanggan domestik, sementara permintaan dari pasar internasional dilaporkan mengalami penyusutan. Respon dari produsen adalah dengan meningkatkan volume produksi setelah periode stagnasi, sekaligus menambah cadangan barang jadi untuk mengantisipasi kelanjutan lonjakan permintaan.

Dampak dari tingginya permintaan juga terasa pada utilisasi pabrik. Tercatat adanya akumulasi pekerjaan yang belum terselesaikan, mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Meskipun demikian, perusahaan berupaya keras menjaga kelancaran produksi dengan melakukan penambahan tenaga kerja dan meningkatkan aktivitas pembelian bahan baku, guna memastikan kesiapan pasokan input di tengah pemulihan ini.

​“Permintaan dari dalam negeri sekali lagi menjadi penopang utama pertumbuhan, terutama di tengah melambatnya sejumlah pasar ekspor utama. Industri kita terbukti adaptif, mampu menyesuaikan kapasitas untuk mempertahankan momentum positif ini,” ujar Menperin.

Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperkuat basis industri melalui peningkatan efisiensi, integrasi rantai pasok berbasis bahan baku lokal, serta penyiapan tenaga kerja terampil. Program transformasi menuju manufaktur hijau, inovasi proses, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia tetap menjadi fokus utama untuk memastikan daya saing yang berkelanjutan.

Secara regional, S&P Global mencatat PMI manufaktur ASEAN juga meningkat menjadi 53,0. Indonesia (53,3) berada di antara negara-negara yang ekspansif seperti Thailand (56,8) dan Vietnam (53,8). Secara global, negara-negara besar seperti India (59,2), AS (52,5), dan China (50,6) juga mencatat ekspansi, menunjukkan stabilisasi aktivitas industri global meskipun kecepatannya bervariasi.

Kemenperin berjanji akan terus memantau indikator-indikator industri ini sebagai masukan dalam perumusan kebijakan.

“Kami yakin manufaktur akan tetap menjadi tulang punggung ekonomi. Prioritas kami adalah menjaga iklim usaha yang kondusif, mendorong penciptaan nilai tambah, dan mengawal transisi industri yang berkelanjutan,” tutupnya. (Himaya)**

Foto: IG @Agus Gumiwang Kartasasmita

Previous Post
Tangani Masalah Sampah, Kewilayahan di Kota Bandung dan Dunia Usaha Jadi Kunci Sukses
Next Post
KKP Dorong IPMAPHERI Perluas Pasar Hasil Perikanan

Berita Lainnya

Farhan Minta Kejari Kota Bandung Awasi Khusus 4 Dinas Terkait Pelaksanaan Perbaikan 17 Ruas Jalan
BERITA INSPIRA

Terkait Kasus Korupsi yang Menyeret Wakil Walikota Bandung, Farhan Siap Beri Keterangan Jika Dibutuhkan

28 January 2026
Penanganan Drainase Dipercepat! Antisipasi Banjir di Musim Hujan
BERITA INSPIRA

Penanganan Drainase Dipercepat! Antisipasi Banjir di Musim Hujan

28 January 2026
Cegah Bencana, Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung
BERITA INSPIRA

Cegah Bencana, Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung

28 January 2026
Badut Profesional Bantu Trauma Healing Anak-Anak Korban Longsor Cisarua
BERITA INSPIRA

Badut Profesional Bantu Trauma Healing Anak-Anak Korban Longsor Cisarua

28 January 2026

Leave A Comment Cancel

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us