IPDN Kembali Gelar Leadership Alignment Session

SUMEDANG INSPIRA,- Institut Pemerintahan Dalam Negeri kembali menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Session, untuk kali ini kegiatan diisi oleh ESQ dari motivator Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian. Sejumlah 5. 849 orang praja dan ASN IPDN yang tersebar baik di kampus pusat Jatinangor maupun di kampus daerah mengikuti kegiatan ini baik secara daring dan luring. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pemantapan nilai-nilai integritas, penegakan disiplin dan tidak korupsi untuk mewujudkan pamong praja berakhlak dan bangga melayani bangsa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ary Ginanjar telah hadir untuk kedua kalinya di kampus IPDN. Beliau ini adalah motivator indonesia, penggiat pembangun karakter termasuk pula upaya untuk transformasi budaya perusahaan. Beliau juga yang mendirikan ESQ”,ujar Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, M.M pada saat membuka kegiatan.

Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat dan memantapkan nilai-nilai integritas pada ASN dan praja yang notabenenya adalah calon pamong praja yang juga kader pemimpin pemerintahan di masa yang akan datang.

“Era digital kali ini penuh perubahan, dinamika, percepatan, kompleksitas, resiko, keterkejutan, semua mungkin tidak sama dengan prediksi kita. Oleh sebab itulah ASN harus memiliki value dan juga berakhlak. ASN pada era industri 4.0 dan society 5.0 harus mampu melakukan perubahan-perubahan baik pola pikir ataupun budaya kerja. Tidak boleh lagi bekerja pada hal-hal yang rutin, linier, pada zona nyaman, tidak ada tantangan dan tidak ada inovasi”, ujarnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa ASN IPDN harus dapat memperkuat transformasi budaya kerja sehingga hal ini akan meningkatan produktivitas dan produktivitas inilah yang akan meningkatkan kepuasan masyarakat. Tak hanya itu, Rektor IPDN juga kembali mengingatkan para praja dan ASN IPDN untuk totalitas, lincah, responsif dan akuntable dalam memberikan informasi, pelayanan dan perijinan.

“Saya harap kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan bahwa budaya kerja berakhak itu tidak hanya untuk pelajaran, tapi bagaimana menghayati itu menjadi pacuan,pola pikir, dan sikap didalam bekerja sehingga mampu menyikapi perkembangan dan perubahan jaman. Sehingga akhirnya para praja disini dapat memperoleh ilmu terkait tentang tantangan masa kini, masa depan, dan apa yang harus dipersiapkan untuk masa depan”, tuturnya.

Dalam pemaparannya Ary Ginanjar memberikan pemahaman-pemahaman terkait value-value apa saja yang harus diimplementasikan para praja yang disebut oleh beliau ini sebagai Calon Pemimpin Indonesia Emas. 5 agility yang disampaikan yakni Change agility, mental agility, people agility, learning agility dan result agility.

“Sebagai ASN yang akan menjadi calon pemimpin bangsa, kalian harus memiliki 5 agility, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun”, tuturnya.

Ary juga memberikan semangat kepada para praja IPDN bahwa mereka sebagai ASN adalah pilar dan tanpa pilar indonesia akan runtuh. “Anda adalah obor yang memberikan cahaya bagi Indonesia. Anda ini dicetak, anda adalah leader yang akan menjadi motor penggerak Bangsa Indonesia”, ujarnya. (bob0