India Larang Pelajar Kenakan Hijab, Malala: Stop Marjinalisasi Perempuan Muslim

JAKARTA INSPIRA,- Protes larangan hijab di sekolah India semakin meluas. Ratusan murid di kota Kolkata turun ke jalan berdemo soal larangan hijab di negara bagian Karnataka, Rabu (9/2).

Menurut saksi mata, murid yang melakukan protes di Kolkata kebanyakan adalah perempuan Muslim yang berhijab.

Beberapa murid mengatakan mereka akan kembali berdemo selama beberapa hari ke depan.

“Kami akan terus berdemo hingga pemerintah berhenti menghina para murid,” kata Tasmeen Sultana, salah satu protestan, kepada Reuters.

“Kami ingin hak fundamental kami kembali, Anda tak bisa mengambil hak kami.”

Selain Kolkata, protes juga terjadi di ibu kota India, New Delhi.

Sementara itu, sekelompok pelajar Hindu pun melakukan protes tandingan dengan berbondong-bondong datang ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap larangan hijab tersebut.

Protes kedua kubu ini pun membuat pemerintah Karnataka menutup sekolah dan kampus selama tiga hari demi meredakan ketegangan antara pelajar Muslim dan Hindu.

Sebelumnya, media lokal melaporkan beberapa sekolah di Karnataka melarang murid mereka masuk ke sekolah bila mengenakan hijab. Larangan ini dilakukan atas perintah Kementerian Pendidikan India.

Larangan ini kemudian menuai protes dari murid dan orang tua.

Dalam sebuah video, terlihat seorang murid perempuan Muslim yang mengenakan hijab dikelilingi pemuda Hindu. Para pemuda ini meneriakkan slogan agama saat perempuan itu berusaha masuk sekolah di Karnataka.

Selain itu, larangan ini juga mendapatkan respons dari aktivis pendidikan perempuan, Malala Yousafzai. Ia meminta pemimpin India untuk “menghentikan marjinalisasi perempuan Muslim,” dalam sebuah pernyataan Twitter.

“Menolak mengizinkan perempuan pergi ke sekolah dengan hijab mereka menakutkan. Objektifikasi terhadap perempuan tetap ada,” kata Yousafzai, Selasa (8/2).

Pemerintahan Karnataka sendiri menaungi 12 persen populasi Muslim. Pemerintahan wilayah itu dipimpin oleh pejabat partai nasionalis Bharatiya Janata (BJP), yang dipimpin oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Pemerintah Karnataka mengimbau murid untuk mengikuti aturan seragam sesuai yang dibuat sekolah.

Partai oposisi dan kritikus menuduh pemerintah BJP melakukan diskriminasi terhadap umat Muslim di level negara bagian dan federal.

Sementara itu, Modi membantah tuduhan ini dan mengatakan kebijakan ekonomi dan sosial yang ia buat bakal menguntungkan seluruh warga India.(GIN)