Hentikan Operasional Angkot, Becak, dan Andong di Jalur Mudik,KDM Akan Beri Kompensasi
BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi khusus untuk menjaga kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan untuk menghentikan sementara operasional angkutan kota, becak, dan andong yang berada di jalur mudik utama.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap tugas kepolisian, dalam mengamankan mobilitas jutaan pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dedi menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar pembatasan operasional, tetapi juga disertai kompensasi bagi para pengemudi yang terdampak selama masa penghentian sementara.
“Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat saya sudah lapor ke Pak Kapolda seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah Idulfitri,” ujar Dedi.
Para pengemudi yang menghentikan aktivitasnya selama kurang lebih satu pekan akan diberikan uang saku sebagai kompensasi dari pemerintah daerah. Nilai kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari bagi setiap pengemudi yang terdampak.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi potensi kepadatan lalu lintas di jalur utama Jawa Barat, yang selama ini menjadi lintasan vital pemudik dari Jabodetabek menuju wilayah timur Pulau Jawa. Dengan berkurangnya kendaraan lokal yang beroperasi di jalur tersebut, arus kendaraan pemudik diharapkan bisa bergerak lebih lancar dan aman.(Bambang)**
Foto:Bambang/inspira


