Hapus Sekolah Madrasah dari RUU Sisdiknas, MUI Jengkel: Bangsa Ini Punya Menteri Gitu

JAKARTA INSPIRA,- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, menyoroti penyusunan draf Revisi Undang Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang didalamnya menghapuskan frasa madrasah.

Dalam UU yang lama yakni UU Sisdiknas tahun 2003, aturan tentang satuan pendidikan dasar tertulis gamblang di Pasal 17 Ayat (2).

Ayat itu berbunyi ”Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat”.

Sementara draf RUU Sisdiknas, hanya mengatur tentang Pendidikan Keagamaan dalam pasal 32.

Sedangkan dalam Pasal 32 Draf RUU Sisdiknas itu berbunyi, ”Pendidikan Keagamaan merupakan Pendidikan yang mempersiapkan pelajar untuk menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi landasan untuk menjadi ahli ilmu agama atau peranan lain yang memerlukan penguasaan ajaran agama.”

Anwar mengaku heran, dengan kebijakan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.

“Saya heran dan terkadang muncul rasa suudhon atau buruk sangka kepada menteri pendidikan ini, ada apa sebenarnya di balik kebijakan RUU Sisdiknas yang dibuatnya,” ujar Anwar, Kamis (31/3/2022).

Pihaknya meminta kepada Menteri Nadiem Makarim untuk menjelaskan secara gamblang mengenai lenyapnya frasa madrasah dalam RUU Sisdiknas.

“Kalau memang kata beliau kata madrasah masih tetap ada tapi adanya dipenjelasan. Pertanyaannya mengapa kata itu tidak beliau pindahkan saja kembali ke dalam batang tubuh dari RUU tersebut seperti yang sudah ada selama ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.