Genangan Banjir Citarum Masih Tutup Jalan Raya Dayeuhkolot, Polisi Siapkan Empat Jalur Alternatif
KABUPATEN BANDUNG INSPIRA – Jalan Raya Dayeuhkolot yang menjadi penghubung utama Kabupaten Bandung dan Kota Bandung masih tergenang banjir luapan Sungai Citarum, Senin (13/4/2026). Ruas jalan vital tersebut sudah terendam sejak Jumat (10/4/2026) dan hingga kini belum bisa dilintasi normal.
Pantauan di lokasi, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua tidak bisa melintas sama sekali. Hanya mobil dan truk dengan ground clearance tinggi yang masih berani menerobos genangan.
Dari arah Baleendah, antrean kendaraan terhenti di Jembatan baru Dayeuhkolot. Sebagian pengendara memilih putar balik dan mencari jalur tikus melalui jalan kecil di samping Kantor PLN Dayeuhkolot.
Sementara dari arah Kota Bandung, kendaraan menumpuk di sekitar Pasar Dayeuhkolot. Pengendara motor tampak kebingungan karena tidak ada akses aman untuk melanjutkan perjalanan. Beberapa warga sekitar memanfaatkan situasi dengan menawarkan jasa dorong motor melewati genangan dengan tarif tertentu.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung Kompol Ega Prayuda menjelaskan, pengalihan arus sudah diberlakukan sejak Jumat lalu, saat air mulai naik ke badan jalan.
“Sejak Jumat, kami sudah mengalihkan arus kendaraan yang mengarah ke Kabupaten Bandung dari arah Buah Batu Kota Bandung,” kata Ega saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (13/4/2026).
Untuk kendaraan dari arah Banjaran atau Dayeuhkolot yang hendak menuju Kota Bandung, polisi mengarahkan lewat Jalan Rencong-Rancamanyar. “Jadi, nanti kami arahkan ke sana dan keluar di Cibaduyut Kota Bandung atau daerah Kopo,” jelasnya.
Jalur tersebut berlaku dua arah. Pengendara dari Kota Bandung yang akan ke Kabupaten Bandung juga diminta menggunakan rute Rencong-Rancamanyar.
Guna mengurai kepadatan, Satlantas Polresta Bandung menyiapkan beberapa opsi jalur alternatif:
1. Jalur Rencong-Rancamanyar: Rute utama pengalihan. Dari arah Banjaran/Dayeuhkolot menuju Kota Bandung keluar di Cibaduyut atau Kopo, berlaku sebaliknya.
2. Jalur Cisurung-Sayuran-Rancamanyar: Alternatif bagi pengendara dari arah Banjaran menuju Kota Bandung.
3. Jalur Bojongsoang-Simpang Siliwangi: Direkomendasikan untuk pengendara yang menuju Ciparay dan sekitarnya.
4. Jalur via Kantor PLN Dayeuhkolot: Jalan lingkungan yang kini padat digunakan pemotor, meski sempit dan hanya cukup untuk satu mobil.
Polisi menghimbau masyarakat menunda perjalanan tidak mendesak yang melewati Dayeuhkolot. Pengendara roda dua dilarang memaksakan diri karena genangan 30-60 cm berisiko menyebabkan mogok hingga kecelakaan.
“Kami minta masyarakat bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Utamakan keselamatan,” tegasnya.
Luapan Sungai Citarum dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu dalam sepekan terakhir. Dayeuhkolot memang menjadi langganan banjir saat debit Citarum meningkat karena posisinya berada di cekungan.
Selain melumpuhkan lalu lintas, genangan juga mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sepanjang Jalan Raya Dayeuhkolot, terutama kawasan Pasar Dayeuhkolot. Hingga Senin sore, belum ada tanda-tanda air surut signifikan.
BPBD Kabupaten Bandung bersama petugas gabungan terus memantau ketinggian air. Masyarakat diminta memantau informasi resmi terkait pembukaan kembali jalur Dayeuhkolot.(Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


