Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Tren Baru yang Mulai Diterapkan Anak Muda
BANDUNG INSPIRA – Semakin banyak anak muda yang mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kesehariannya. Dari membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memanfaatkan kembali barang bekas, semua menjadi bagian dari gerakan kecil untuk menjaga bumi.
Tren “less waste lifestyle” kini semakin populer di media sosial. Banyak komunitas dan kafe mulai menerapkan sistem refill station serta mengajak pengunjung membawa tumbler sendiri. Selain ramah lingkungan, kebiasaan ini juga dinilai lebih hemat dan mendukung usaha lokal.
Kebiasaan sederhana seperti membawa wadah makan sendiri atau memilih produk isi ulang perlahan menjadi gaya hidup baru yang tak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran sosial di masyarakat urban.
Selain itu, banyak orang mulai melihat pengelolaan sampah rumah tangga sebagai tanggung jawab bersama. Dari memilah sampah organik dan anorganik hingga membuat kompos di rumah, langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kesadaran lingkungan juga mulai terlihat di berbagai acara publik dan komunitas kreatif. Banyak penyelenggara event kini berupaya mengurangi limbah plastik dengan menyediakan tempat isi ulang air minum dan menggunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali.
Tak hanya soal sampah, gaya hidup berkelanjutan juga merambah pilihan konsumsi sehari-hari. Masyarakat kini lebih sadar memilih produk lokal, ramah lingkungan, dan buatan tangan. Selain mengurangi jejak karbon dari proses distribusi, pilihan ini juga membantu mendukung pelaku usaha kecil.
Gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dengan kesadaran kolektif, gaya hidup ramah lingkungan semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat modern. (Syahra)**
Foto: Pinterest


