BERITA INSPIRADAERAHFEATURENASIONALSAINSTERPOPULER

Fenomena El Nino : Berdampak ke Seluruh Indonesia

BANDUNG INSPIRA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino yang berdampak di seluruh Indonesia termasuk Kalimantan Selatan akan menguat pada Agustus hingga September 2023.

Pusat informasi perubahan iklim mengkategorikan zona musim di Indonesia menjadi 699 zona. Dari jumlah tersebut, 63 persen diantaranya telah memasuki musim kemarau, sementara itu diperkirakan intensitas hujan rendah di sebagian besar Sumatera termasuk Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung. Puncak fenomena itu diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September mendatang.

Hal tersebut terjadi diseluruh wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Berbeda dengan Pulau Kalimantan, seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, utamanya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi terjadi musim kering yang ekstrem.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita menuturkan dengan adanya El Nino tahun ini maka musim kemarau Indonesia akan serupa dengan musim kemarau yang terjadi pada 2019 yaitu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Selain kekeringan yang berakibat pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak lainnya adalah krisis air bersih dan ancaman terhadap ketahanan pangan.

Dengan adanya fenomena ini Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) melakukan hujan buatan yang telah bergerak dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah dengan operasional selama 12 hari. Sementara itu Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang dibersamai oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pembasahan lahan gambut di Kalimantan Selatan.

Dampak dari adanya fenomena ini menyebabkan perubahan peredaran masa udara dan berkurangnya pembentukan awan hujan di Indonesia.

Adapun sektor yang akan terkena dampak dari fenomena El Nino, yaitu sektor pertanian. Terutama tanaman pangan semusim yang sangat membutuhkan air. Jika curah hujan sangat rendah, akan mengakibatkan lahan pertanian menjadi kering dan akan mengalami gagal panen.

Selanjutnya, Dwikorita menyampaikan solusi yang bisa diambil dari fenomena ini adalah pengendalian tata air secara cermat dengan menyiapkan sumur pompa, pengairan waduk pintu air pertanian serta beradaptasi terhadap pola tanam untuk menghindari munculnya hama penyakit. (ayunda/yunda)**

 

 

 

 

 

 

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.