Farhan Meminta Maaf atas Kondisi Forest Walk dan Alun-alun Bandung yang Belum Sempurna
BANDUNG INSPIRA – Walikota Bandung Muhammad Farhan secara terbuka meminta maaf kepada warga dan para wisatawan atas kondisi tempat wisata forest walk Babakan Siliwangi dan alun alun kota bandung. Menurutnya, Forest Walk dan Alun-alun Bandung kondisinya belum layak untuk di buka bagi wisatawan, namun dinas terkait memaksakan untuk membuka tempat wisata tersebut.
“Untuk Baksil dan Alun-alun, saya harus minta maaf karena memang promosinya lebih bagus daripada kenyataannya. Itu harus kita akui,” ujar Wali Kota Bandung Farhan, Rabu (7/1/2025).
Sebelumnya, kondisi pelataran Forest Walk di Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) Kota Bandung menjadi sorotan pengunjung. Sejumlah titik jalur kayu yang membentang di kawasan hutan kota tersebut dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari papan yang patah, berlubang, hingga lapuk akibat usia bangunan dan paparan cuaca. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan atas kondisi fasilitas publik yang dinilai belum layak sepenuhnya saat dibuka untuk umum. Selain Forest Walk Babakan Siliwangi, kawasan Alun-alun Kota Bandung juga turut dievaluasi.
Ia menegaskan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung sebagai penanggung jawab pengelolaan fasilitas tersebut telah ditegur keras dan akan dievaluasi secara menyeluruh. Pasalnya, fasilitas tersebut sudah dibuka dan dipromosikan kepada publik, padahal kapasitas dan kelayakannya belum mencapai kondisi optimal.
“Saya mohon maaf kepada wisatawan dan warga Bandung. Kami akan tutup dulu selama beberapa minggu ke depan. Prinsip saya sederhana, fasilitas publik itu kapasitasnya harus 110 persen,” tegasnya.
Menurutnya, perencanaan kapasitas harus melebihi potensi jumlah pengunjung. Jika potensi pengunjung mencapai 10 ribu orang, maka fasilitas idealnya mampu menampung hingga 11 ribu orang. Namun yang terjadi, kapasitas yang tersedia justru jauh di bawah kebutuhan.
“Ini kebalikannya, kapasitasnya hanya 25 persen, yang datang 25 persen, akhirnya terjadilah kecelakaan atau kejadian yang sebenarnya tidak perlu,” tambahnya.
Wali Kota juga menjelaskan bahwa pembangunan Forest Walk Babakan Siliwangi dan Alun-alun dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta masih berada dalam masa kontrak dengan pihak pelaksana. Proses serah terima pekerjaan pun belum sepenuhnya selesai dan masih dalam masa pemeliharaan.
“Kalau masih bisa diperbaiki, kita perbaiki. Jadi dua tempat itu ditutup sementara untuk perbaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota pada DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadianty, menyatakan bahwa kerusakan Forest Walk Babakan Siliwangi tidak terjadi secara menyeluruh, melainkan tersebar di beberapa bagian lintasan.
“Forest walk ini dibangun sejak beberapa tahun lalu dan belum pernah dilakukan perbaikan besar. Kerusakan yang ada sebagian disebabkan oleh pohon tumbang, sebagian lagi karena material kayu yang sudah rapuh akibat panas, hujan, dan angin,” tandasnya. (Bambang )**
Foto: Bambang


