Dulu Sempat Dihianati, Prabowo-Megawati Bertemu: Bukan Silahturahmi Biasa

JAKARTA INSPIRA,- Pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan upaya menyambung kembali tali silahturahmi. Seperti yang diketahui pada tahun 2014 silam, hubungan Megawati dengan Prabowo sempat buruk karena dihianati.

“Hubungan yang cukup akrab kedua tokoh juga hubungannya secara pribadi dan keluarga juga cukup bagus sehingga pertemuan hari ini ya di hari lebaran ini menyambung sesuatu yang memang tali temalinya sudah pernah tersambung,” kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin sore (2/5/2022) kemarin.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs, Khoirul Umam berpendapat, kedatangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam mementum Idul Fitri 1443 H tidak bisa dimaknai sebatas hanya silaturahmi biasa.

Anam mengulas, bahwa saat ini hampir di semua survei, elektabilitas Prabowo di sejumlah lembaga survei masih memuncaki klasemen hingga saat ini, dua tahun menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Anam, di sisi lain meski elektabilitas Puan Maharani masih rendah, namun Puan memegang kunci kekuatan politik besar PDIP yang per hari ini masih konsisten memuncaki survei Parpol jelang 2024 mendatang.

Bagi Anam inilah momentum jika Megawati ingin melakukan regenerasi secara lembut, dengan mendorong Puan untuk bertarung di arena Pilpres 2024.

“Langkah mendorong Puan tampil di Pilpres 2024 adalah pilihan tepat. Sebab, Megawati masih bisa menjadi mentor, sekaligus masih tetap bisa mengawasi pergerakan mesin politik partainya,” kata Doktor Ilmu Politik dari The University of Queensland, Australia.

PDIP dengan Gerindra pada Pemilu 2009 lalu, sempat berkoalisi dengan mengusung Megawati-Prabowo menjadi pasangan capres-cawapres. Namun Mega dan Prabowo menandatangani perjanian Batu Tulis.

Salah satu isi kesepakatannya adalah PDIP mendukung Prabowo saat Pilpres 2014.

Namun bukannya malah mendukung Prabowo, PDIP justru mengusung Joko Widodo sebagai capres dengan Jusuf Kalla sebagai wakilnya, hingga memenangi Pilpres 2014. (MSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.