Dorong Potensi Segitiga Rebana, Ini yang Dilakukan Disdik Jabar

BANDUNG INSPIRA – Dalam upaya menunjang potensi sebagai Kawasan Segitiga Rebana, Dinas Pendidikan Jawa Barat tengah mempersiapkan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mundu Kabupaten Cirebon dengan optimal .

Salah satunya dengan memberikan fasilitas sarana prasana belajar yang mumpuni. Untuk itu, saat ini SMKN 1 Mundu telah memiliki ruang praktik siswa (RPS) agribisnis perikanan yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Jumat (4/2/2022) lalu. Pada kesempatan itu juga, dilaksanakan panen raya ikan nila dan udang hasil budi daya SMKN 1 Mundu.

Hal itu dilakukan, seiring dikebutnya proyek Segitiga Rebana untuk menjadi wilayah termaju ekonomi masa depan. Disdik Jabar pun mendorong SMKN 1 Mundu agar mampu menelurkan lulusan yang memiliki daya saing.

Gubernur Jawa Barat Riwan Kamil mengapresiasi program kemaritiman di SMKN 1 Mundu. Usaha tersebut dinilai sebagai persiapan SMK menghadapi ekonomi maritim di wilayah Segitiga Rebana.

“Akan hadir 4 juta lapangan pekerjaan dengan 13 kota industri, salah satunya berbasis maritim di Patimban. Sehingga, SMKN 1 Mundu ini kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan,” ungkap Ridwan Kamil, Senin (7/2/2022).

Mendampingi Ridwan Kamil, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi menjelaskan, fungsi dari RPS Agribisnis Perikanan di SMKN 1 Mundu antara lain, sebagai tempat praktik pengelolaan kualitas air, Praktik morfologi dan anatomi biota air, praktik proses bisnis dan budidaya ikan hias, Praktik pengamatan penyakit ikan/udang, Praktik pembuatan akuarium dan praktik pembuatan aquascape.

“SMKN 1 Mundu ini menjadi satu-satunya sekolah di Jabar yang telah tersertifikasi dan menjadi anggota International Maritime Organization (IMO),” ujar Dedi Supandi.

Lebih jauh ia juga membeberkan, selain itu di Kampus 2 SMKN 1 Mundu, Blok Jenawi Kidul, Desa Grogol, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon juga dikelilingi tujuh kolam ikan.

“Jadi kegiatan tambaknya, yaitu pendederan ikan nila/bandeng/udang, pembesaran udang vaname, pembesaran ikan nila salin, polikultur/tumpang sari udang dan ikan nila atau udang dan bandeng,” papar Dedi.

Disamping itu, Dedi Supandi memastikan, di SMKN 1 Mundu pun melakukan pengolahan hasil perikanan, seperti membuat produk udang tempura, fish jelly baik itu siomay, bakso tahu, ekado, nugget, kaki naga, fish roll dengan menggunakan ikan nila merah sebagai bahan baku.

“Karena itu ke depan pengembangannya kita akan memproyeksikan berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) seperti wisata edukasi perikanan, tempat diklat budidaya dan pengelolaan tambak modern,” katanya.

Selain unit usaha tambak, menurut Dedi, SMKN 1 Mundu Cirebon juga memiliki diklat keterampilan pelaut yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jabar yang ingin bekerja di kapal. Terlebih sertifikat pelaut ini merupakan sertifikat Internasional yang mengacu pada Intenational Maritime Organization (IMO).

“Jenis sertifikatnya yaitu Basic Safety Training yang sekarang telah pada angkatan 770,” ucapnya.

Selanjutnya, Dedi juga menyampaikan, SMKN 1 Mundu sekarang telah melakukan kerjasama dengan BPPTL Jakarta, sehingga dapat membuka diklat untuk Security Awareness Trainning (SAT), Seafever with Designated Duties (SDSD), Medical First Aid (MFA), Advances Fire Fighting (AFF), Survival Carft & Rescue Bond (SCRB), Crowd Management Trainning (CMT), Crisis Management and Human Behavour Tranning (CMHBT).

Acara tersebut tak hanya dihadiri Gubernur Ridwan Kamil peresmian RPS agribisnis perikanan dan panen raya juga dihadiri oleh Atalia Praratya Kamil yang merupakan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Barat.

“Kami laporkan bahwa SMKN 1 Mundu Cirebon dapat juga menyelenggarakan diklat SAR Unit Pramuka untuk para pembina pramuka se-Jawa Barat,” imbuh Dedi. (TRI)