Dokumen PT Antam Disita KPK Terkait Dugaan Kasus Korupsi

JAKARTA INSPRA,- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sita dokumen PT Antam yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengolahan anoda.

Dokumen PT Antam disita saat KPK memeriksa mantan Manufacture Product and Service Trading Senior Officer, UBPP LM PT Antam Nursyahrini Dewi pada Selasa (8/2).

“Yang bersangkutan hadir dalam rangka penyitaan sejumlah dokumen terkait dengan perkara ini,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (9/2/2022).

KPK juga telah memeriksa Vice President Operation UBPP LM PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Ariyanto Budi Santoso serta mantan Accounting & Budgeting Senior Officer di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang (Persero), Mahendra Wisnu Wasono.

“Para saksi hadir dan didalami keterangannya antara lain terkait pengetahuan saksi mengenai mekanisme dan proses produksi pengolahan anoda logam pada PT Antam,” kata Ali Fikri.

Meski demikian, Ali enggan menjelaskan secara rinci mengenai materi pemeriksaan lainnya terkait pengolahan anoda logam kepada para saksi.

Hingga kini, KPK juga belum mengumumkan secara resmi tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Salah satu pihak Direktur PT. Loco Montrado, Siman Bahar menang gugatan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus ini.

Diduga Siman Bahar, telah menyandang status tersangka saat KPK menaikan kasus ini ke tahap penyidikan.

KPK memastikan masih menyelidiki dugaan rasuah kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Loco Montrado pada 2017.

“Tidak berarti kasus itu akan selesai di situ, karena kasus yang satu lagi sebagai PN-nya (penyelenggara negara) dari perkara ini,” tegas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022 lalu.

Karyoto memastikan, KPK akan terus mengusut keterlibatan tersangka dari unsur penyelenggara negara dalam kasus ini.

Karena itu, KPK bakal mengusahakan para tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, KPK kalah dalam sidang praperadilan yang diajukan Direktur PT Loco Montrado, Siman Bahar.

Siman Bahar melawan KPK lantaran tak terima ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan PT Loco Montrado tahun 2017. (GIN)