• BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
LIVE TV
LIVE TV
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HEALTH
    • ENTERTAINMENT
    • OLAHRAGA
    • RISALAH
    • LIFESTYLE
  • PROGRAM
  • LAYANAN
    • TV PLACEMENT
    • EVENT
    • PRODUCTION HOUSE
    • MEDIA LUAR RUANG
    • BRANDING
  • KONTAK
BERITA INSPIRA, DAERAH

Dishub Sebut Arus Kendaraan di Kota Bandung Selama Lebaran Berjalan Lancar 

Tri Widiyantie 19 April 2024 0 Comments

Dinas Pehubungan Kota Bandung memastikan, arus balik masa lebaran berjalan lancar. Kepadatan arus lalu lintas hanya terpantau di sejumlah destinasi wisata di Kota Bandung.

“Arus mudik dan arus balik di Kota Bandung, tidak terjadi kemacetan-kemacetan yang berarti,” kata Plt. Kepala Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara di Balai Kota Bandung, Jumat 19 April 2024.

Selama masa lebaran, pihaknya menerjunkan anggota 706 orang dibagi dalam 10 pos pengamanan (Pospam).

Ia mengungkapkan meskipun terjadi kemacetan di masa lebaran kemarin, Kota Bandung hanyalah wilayah lintasan. Sehingga wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa tempat di luar Kota Bandung akan memadati dengan banyak kendaraan yang melintas.

“Di Kota Bandung itu ada 38 titik kemacetan. Karena Kota Bandung itu hanya lintasan. Jadi tidak ada kendaraan yang masuk ke Kota Bandung, kecuali orang Bandung yang akan keluar kota,” ungkapnya.

“Hanya yang jadi permasalahan adalah tempatnya wisata domestik yang main ke Kota Bandung dan kita juga hanya punya beberapa tempat wisata, yaitu satu adalah Kiara Artha Park, Kebun Binatang, dan Karang Setra,” ungkapnya.

Kepadatan juga terjadi pada jalan ke arah Lembang Kabupten Bandung Barat dan sekitarnya.

“Arah Sukajadi – Lembang, kawasan Ledeng, itu terjadi sendatan lalu lintas, begitu juga ke daerah Dago yang notabene hanya untuk potong jalan supaya bisa ke Lembang,” tuturnya.

“Wisatawan domestik itu tidurnya di Kota Bandung, mereka kuliner di sini, itu membuat pajak restoran, pajak hotel masuk ke Kota Bandung,” imbuhnya. (Dira)**

Previous Post
Di Kota Bandung, Tidak Ada Kecelakaan Selama Masa Mudik Lebaran
Next Post
Dekranasda Kota Bandung Siap Bantu UMKM Naik Kelas

Berita Lainnya

KDM Beri Kompensasi Rp50.000 untuk Pencari Koin di Pantura Demi Kelancaran Mudik
BERITA INSPIRA

KDM Beri Kompensasi Rp50.000 untuk Pencari Koin di Pantura Demi Kelancaran Mudik

22 March 2026
640 Personel Diterjunkan Bersihkan Sampah di 108 Titik Kota Bandung
BERITA INSPIRA

640 Personel Diterjunkan Bersihkan Sampah di 108 Titik Kota Bandung

22 March 2026
Akhir Ramadan Jadi Ujian Besar Kota Bandung Dalam Mengatasi Penumpukan Sampah
BERITA INSPIRA

Penumpukan Sampah Pasca IdulFitri Jadi Fokus Pemkot Bandung 3 Hari Kedepan

21 March 2026
Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Salat Ied Perdana di Balaikota Bandung
BERITA INSPIRA

Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Salat Ied Perdana di Balaikota Bandung

21 March 2026
Close

Rubrik

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle
logo inspira putih-01

Inspira Insight & Creative Hub adalah perusahaan riset, konten digital, dan produksi program TV yang menyatukan data, kreativitas, dan media untuk menghasilkan tayangan yang relevan dan berdampak.

Rubrik Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Risalah
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Lifestyle

Support

  • Tentang Inspira
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Business Inquiries
  • Download Compro Inspira
  • Download Rate Card

Kontak

Ruby Commercial No.68-70 Summarecon, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40295


Tlp/Wa :

0813 2031 5955

0821 1827 7124

Facebook Youtube Instagram Tiktok

Copyright 2025 – INSPIRA INSIGHT & CREATIVE HUB

Welcome Back!
Create Free Account

It's free. No subscription required

or
Lost your password?
By registering, you agree to Streamvid's Terms of Use and Privacy Policy

WhatsApp us