Disdukcapil Kota Bandung Data 50 Penduduk Non-Permanen Masuk Kota Bandung pada Arus Balik Lebaran
BANDUNG INSPIRA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mencatat puluhan penduduk non-permanen yang masuk ke wilayah Kota Bandung pada momentum arus balik Lebaran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga Rabu (25/3/2026), jumlah penduduk non-permanen yang terdata mencapai sekitar 50 orang.
Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar, menjelaskan bahwa kegiatan imbauan simpatik ini dilaksanakan secara terbatas selama dua hari, yakni pada 24 hingga 25 Maret 2026, dengan menyasar sejumlah titik kedatangan pemudik, termasuk Terminal Cicaheum.
“Kegiatan imbauan ini memang hanya berlangsung selama dua hari. Setelah itu, kami akan melanjutkan pendataan secara lebih masif dengan melibatkan unsur kewilayahan, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga RW,” ujar Tatang usai kegiatan di Terminal Cicaheum.
Ia menambahkan bahwa upaya pendataan tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Pemerintah Kota Bandung juga mendorong optimalisasi program Laci RW (Laporan Pencatatan Informasi RW) sebagai instrumen pendukung dalam memperkuat basis data kependudukan di tingkat wilayah.
“Melalui program tersebut, data kependudukan diharapkan menjadi semakin akurat, mutakhir, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan maupun pelayanan publik,” katanya.
Tatang mengungkapkan bahwa latar belakang penduduk non-permanen yang datang cukup beragam. Sebagian merupakan pendatang baru, sementara lainnya sudah lama tinggal di Kota Bandung namun belum tercatat secara administrasi.
“Namun secara umum, mereka didominasi oleh masyarakat yang datang untuk bekerja maupun menempuh pendidikan di Kota Bandung,” katanya.
Disdukcapil Kota Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan terus meningkat, khususnya bagi penduduk non-permanen agar segera melaporkan keberadaannya dan melakukan pembaruan data secara resmi.
Dengan demikian, diharapkan data kependudukan di Kota Bandung dapat menjadi lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


