Curhat Briptu Christy ke Suami Sebelum Hilang dan Jadi DPO, Punya Masalah Ini

MANADO INSPIRA- Briptu Christy Triwahyuni Cantika Sugiarto tidak menjalankan tugasnya di Polresta Manado, Sulawesi Utara dan menghilang sejak tanggal 15 November 2021 lalu.

Ternyata hal itu diketahui oleh suami Polwan tersebut yang juga seorang anggota polisi, Briptu Reynaldy Kamae. Masalah itu juga turut diketahui oleh keluarga masing-masing.

Keluarga mereka tahu kalau Polwan cantik ini sudah tidak masuk bertugas selama beberapa hari.

“Keluarga sih sudah tau dia sudah tidak masuk-masuk, cuma memang dia sudah jelaskan kepada keluarganya karena kenapa sampai dia tidak masuk-masuk ” ungkap Briptu Reynaldy Kamae.

“Yang saya tahu dia sudah tidak masuk kantor sih. Saya tahu itu. Cuma Januari awal sih dia bilang mau ke tempat temannya, mau menenangkan diri karena sedang banyak pikiran,” ujarnya.

“Dia cuma bilang mau ketempat temannya. Saya juga sebagai suami tidak mau menekan dia karena orangnya nekat, jadi saya juga tidak mau terjadi hal-hal aneh saya cuma bilang tidak apa-apa sih,” jelasnya.

Kata dia istrinya ingin menenangkan diri karena kemungkinan punya masalah di tempat bekerja. Hanya saja Briptu Reynaldy Kamae tidak mengetahui apa permasalahan yang dihadapi oleh istrinya itu.

“Dia pergi itu pun saya tidak tahu, hanya lewat pesan WhatsApp (WA) diberitahu kalau dia mau pergi,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan di awal Januari istrinya menyampaikan ingin mencari ketenangan karena sudah banyak tekanan membuatnya stres.

“Kalau masalah keluarga sih tidak ada, mungkin dia punya masalah di tempat kerjanya. Saya tidak tahu dan tidak bisa bilang, nanti tanya sama yang bersangkutan saja. Tapi dia pernah bilang sih,” ujarnya.

Kata Briptu Reynaldy Kamae, istrinya tidak bisa terlalu tertekan karena sejak kecil sudah broken home sehingga mentalnya beda dengan orang lain.

Briptu Christy sendiri ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolresta Manado, Kombes Pol Julianto P Sirait mengeluarkan surat DPO No DPO/01/I/HUK.11.1/2022/Provos, tertanggal 31 Januari 2022 disebabkan melanggar Pasal 14 ayat 1 A PP No 1/2003 karena meninggalkan tugas sejak 15 November 2021, hingga tanggal dibuat DPO secara berturut-turut tanpa keterangan yang sah. (RED)