Ciptakan Generasi Kreatif, Ribuan Siswa di Bandung Raya Ikuti School Creative Hub Gojek Bertajuk ‘Passion to Action’

BANDUNG INSPIRA – Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara, kembali mempertegas komitmen dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan hidup dan menciptakan generasi penerus yang kreatif.

Kali ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional yang diperingati setiap 24 Januari,
Gojek bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan & Dinas Lingkungan Hidup di Jawa Barat dan Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung
Barat dan Kabupaten Sumedang) pada hari ini resmi menutup program School Creative Hub 2022 dengan tema Passion to Action.

School Creative Hub (SCH) 2022 yang merupakan sebuah bentuk komitmen Gojek kepada anak muda dengan mengadakan ragam inisiatif yang menstimulus lahirnya kreativitas, cinta lingkungan dan inovasi anak muda sejak dini.

School Creative Hub 2022 yang dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terdiri dari 3 kompetisi besar, yaitu Environment Mission, Mural Competition, dan Public Service Announcement (Iklan Layanan Masyarakat) Competition. Ketiga kompetisi besar tersebut merupakan aspirasi dari anak muda di Jawa Barat.

Saat penutupan SCH, Gubernur Jawa Barat (Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.
menyatakan pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan School Creative Hub 2022 yang diselenggarakan secara kolaboratif antara Grup GoTo dengan pemerintah sejak Juni 2022 lalu.

“Saya doakan seluruh peserta yang mengikuti program ini dapat menerapkan ilmu yang
didapat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” paparnya.

Ia menjelaskan, Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau dan Ekonomi Kreatif adalah tiga sektor ekonomi masa depan yang akan tumbuh dengan pesat. Kuasailah ketiganya untuk mewujudkan Indonesia yang makin maju dan sejahtera menuju Indonesia juara.

“Dengan selesainya program ini dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim School Creative Hub 2022 dinyatakan ditutup,” Tutup Ridwan Kamil.

Seperti diketahui, sejak dibuka 23 Juni 2022 lalu, SCH 2022 telah diikuti oleh 31.017 peserta yang merupakan siswa-siswi dari 197 sekolah pada jenjang SMP-SMA di Bandung Raya yang juga mengikuti kompetisi:
● Mural Competition : sebanyak 55 sekolah berpartisipasi dalam menciptakan mural dengan tema
lingkungan. Bagi pemenang, Gojek menyediakan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta untuk Juara
1, Rp 3 juta untuk Juara 2 dan Rp 2 Juta untuk Juara 3. Dana Pembinaan ini nantinya akan
dikelola oleh sekolah untuk mengembangkan kegiatan sekolah serta siswa-siswi di sekolah
tersebut.
● Environment mission : Sebanyak 33 sekolah berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui
Bank Sampah. Per Desember 2022, telah terkumpul sebanyak 2,7 ton sampah. Angka ini
meningkat sebesar 107,7% dari pengumpulan tahun 2021 lalu yang mencapai 1,3 ton.
Peningkatan yang dicapai ini sebagai bukti semakin meningkatnya kesadaran generasi muda
terhadap pengelolaan sampah yang baik dan mulai menerapkan gaya hidup hijau ramah
lingkungan.
Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh improvement mekanisme dan juga inovasi yang dilakukan
oleh Gojek dengan memberikan akses kemudahan baik dalam pengumpulan, pengangkutan dan
juga kategorisasi pemilahan sampah. Beberapa golongan sampah yang bisa dikumpulkan seperti
● Plastik PET: Banyak digunakan di botol air mineral dan beberapa kemasan lainnya. Lihat
simbol angka 1 di kemasan.
● Plastik PP Flexible: Biasa digunakan pada kemasan pouch, slopan, kantong kresek, dan
tube.
● Plastik PP Keras: Biasa digunakan pada kemasan minuman dan beberapa kemasan
lainnya. Lihat simbol angka 5 di kemasan
● Plastik HDPE: Banyak digunakan di botol shampo atau sabun cair dan beberapa kemasan
lainnya. Lihat simbol angka 2 di kemasan
● Kertas atau Kardus: Kemasan pasta gigi, Kardus kemasan gadget, dan Kemasan Used
Beverage Carton (UBC)
● Kaleng: Kaleng minuman, Kaleng parfum, dan Kaleng deodorant.
Selain memberikan kemudahan dalam pengelolaan sampah melalui kerjasama dengan beberapa
Bank Sampah di Jawa Barat, Gojek juga ingin memberikan edukasi yang komprehensif dengan
mengeluarkan modul yang berisi 3 chapter (Pengenalan, Implementasi & Kreasi) yang dibalut
dalam video singkat yang bisa diakses oleh seluruh siswa-siswi melalui GoTix.
Sama halnya dengan Mural Competition, bagi pemenang, Gojek menyediakan dana pembinaan
sebesar Rp 5 juta untuk Juara 1, Rp 3 juta untuk Juara 2 dan Rp 2 Juta untuk Juara 3.
● Public Service Announcement (Pesan Layanan Masyarakat) Competition : menghasilkan konten
kreatif sebanyak 36 konten dari 18 sekolah. Konten tersebut berisi pesan layanan publik dengan
penyampaian anak muda dalam mengangkat isu lingkungan saat ini dengan tema “Green School,
Dream School”.

Siswa-siswi mengirimkan konten dengan topik spesifik seperti; Bandung Digital,
“Cintai Produk Lokal”, Public Transportation, Lingkungan Bersih & Sehat serta Generasi Muda
Berprestasi.

Selanjutnya, pemenang kompetisi ini akan mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta untuk Juara 1, Rp 3 juta untuk Juara 2 dan Rp 2 Juta untuk Juara 3.

Faris Priyanto, District Head Gojek Bandung Raya menyatakan School Creative Hub 2022 diharapkan dapat menjadi kompetisi akbar tahunan yang ditunggu oleh sekolah dan juga siswa-siswi di Jawa Barat.

“Melalui edukasi, misi pengumpulan sampah, dan kompetisi-kompetisi menarik lainnya. Gojek juga akan terus memberikan dukungan sebagai penyedia platform digital dalam upaya percepatan digitalisasi disekolah yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Acara yang diadakan di Kantor Gojek Bandung tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kota yang turut memberikan apresiasi kepada para pemenang serta Gojek atas upaya berkelanjutan mensosialisasikan budaya sadar lingkungan melalui School Creative Hub 2022.

Informasi pemenang School Creative Hub 2022 dan juga modul edukasi gaya hidup ramah lingkungan bisa diakses melalui https://schoolcreativehub.com/.
“Gojek yakin bahwa menciptakan dampak sosial adalah bagian penting dalam segala hal yang kami lakukan. Kami membuat inisiatif yang tidak hanya berdampak pada sisi bisnis, tetapi juga dampak sosial, khususnya lingkungan melalui pemberian edukasi sejak dini tentang pengelolaan sampah di sekolah,”
tutup Faris. (Tri Widiyantie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *