Cerita Korban Ritual Maut di Pantai Payangan: Tiba-tiba Ada Ombak Besar

JEMBER INSPIRA,- Sebuah ritual yang dilakukan di Pantai Payangangan,jember, Jawa Timur mneyebabkan 11 warga Jember meninggal dunia.

Mereka terseret ombak besar pada Minggu (13/2) dini hari.

Seorang saksi mata bernama Bayu, yang maan dia adalah korban selamat, bersama 22 orang lainnya yang berasal dari Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara menggelar ritual semedi di tepi Pantai Payangan.

Dia menceritakan bagaimana detik-detik yang tak terbayangkan sebelumnya itu terjadi. Ombak besar tiba-tiba datang dan menghantam mereka ketika sedang bermeditasi di bibir pantai.

“Ada ombak dua kali datang. Ombak pertama ini saya berdiri terus lari. Saya menghindari ombak kedua,” kata Bayu, dikutip dari Kompas TV, Senin (14/2).

Tak berselang lama, tim SAR melakukan pencarian dan menemukan delapan orang lainnya dalam kondisi meninggal dan satu selamat.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menjelaskan, 23 warga tersebut awalnya menjalankan ritual di pinggir pantai.

Di sana mereka membaca doa-doa. Setelah itu, warga mulai beranjak ke laut. Diawali dengan tabur bunga, peserta kemudian membentuk dua barisan dan saling bergandengan tangan.

Warga percaya ritual menyucikan diri dapat dilakukan dengan mandi air laut. Namun, saat melakukan ritual itu, mereka tiba-tiba dihantam ombak besar.

“Menurut korban selamat, mereka tidak melihat ombak yang dari arah kanan, tiba-tiba datang menerjang. Di sana ada tebing yang halangi pandangan,” tuturnya.

Hery mengatakan, ritual yang dijalankan para korban, dilakukan dengan berbagai tujuan. Di antaranya untuk menyelesaikan masalah keluarga, melancarkan usaha, hingga memudahkan mendapat pekerjaan.

“Kata guru spiritual mereka, masalah-masalah itu bisa diselesaikan secara ritual di Pantai Payangan,” ujarnya.

(GIN)