BERITA INSPIRAHEADLINE NEWSNASIONAL

Buruknya Drainase Stasiun Kereta Cepat, 17 Rumah Warga Padalarang Terendam Banjir

BANDUNG BARAT, INSPIRA – Sebanyak 17 rumah di RW 02, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam luapan air saat turun hujan dengan intensitas tinggi, Sabtu (6/5/2023).

Rumah milik warga terendam banjir setinggi 50-100 centimeter akibat saluran pembuangan air tertutup proyek Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Padalarang.

Akibat meluapnya saluran air ini perabot rumah, alat elektronik, serta barang-barang berharga milik warga rusak terendam air.

“Habis semua terendam. Kulkas, TV, hingga kursi semua mengapung di atas air nggak bisa diselamatkan,” kata Koswara (40), salah seorang warga saat ditemui, Sabtu (6/5/2023).

Ia menuturkan, banjir bandang terjadi sebanyak 2 kali. Awalnya air mulai terlihat naik dan masuk pemukiman warga, pada Jumat 5 Mei 2023 sekira pukul 20:00 WIB. Sekitar pukul 22:00 WIB air mulai surut seiring hujan mulai mereda.

Pada pukul 00.00 WIB, hujan turun lagi dengan intensitas lebih tinggi dan durasinya sangat panjang. Akibat itu banjir kembali masuk ke rumah warga sekitar pukul 01:30 WIB dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter.

“Banjir kedua kali ini yang lama. Baru surut subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Itu karena ada bantuan penyedotan dari petugas Damkar,” jelasnya.

Pasca kejadian banjir, saat ini puluhan warga terpantau mulai disibukkan dengan membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke dalam rumah. Mereka memilih dan memilah barang-barang berharga yang masih bisa terselamatkan.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih mendata kebutuhan logistik yang dibutuhkan warga terdampak banjir.

“Hari ini kami sudah bisa membersihkan rumah dan menyusun perabotan rumah kembali setelah berantakan kena banjir. Kebutuhan mendesak yakni logistik dan obat-obatan,” tandasnya.

Selain dipicu hujan deras, banjir di RW 02 Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang diduga akibat buruknya saluran air proyek PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Ketua RW 02 Yosep mengatakan banjir dipicu saluran air milik KCIC yang tak berfungsi maksimal. Ia menduga drainase mampet, terlalu kecil, atau letaknya kurang di posisi bawah, sehingga saat debit air besar tak bisa berfungsi optimal.

“Jadi pada saat tadi malam kita langsung datangi pihak proyek untuk cari solusi. Akhirnya mereka bikin dua sodetan baru, baru air bisa surut,” kata Yosep.

Yosep meminta pihak KCIC bisa mencari solusi terkait penataan saluran air sebagai solusi banjir di kawasan itu. Jangan sampai bencana banjir menjadi warisan tahunan yang diterima warga jika hujan turun.

“Selama kita tinggal di sini, baru kali ini ada banjir. Jadi kami pengurus RW dan masyarakat ingin ada atensi khusus dari KCIC untuk menuntaskan masalah banjir,” tandasnya. (*)

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.