Buaya yang Terlilit Ban Sejak 2016 Akhirnya Bisa Lepas

PALU INSPIRA,- Buaya berkalung ban yang terkenal di Palu, Sulteng, akhirnya bebas dari jeratan ban. Diketahui, buaya malang itu terperangkap ban di lehernya sejak tahun 2016.

Kisah buaya malang berkalung ban ini tersebar luas hingga Mancanegara.

Sosok yang melepaskan ban itu dari leher buaya itu bernama Hili.

Sebelumnya, banyak aktivis dunia yang iba dengannya karena lehernya yang terlilit ban bekas. Termasuk pawang buaya dari Australia Matt Wright pernah berusaha melepaskan ban itu dari lehernya.

Begitu juga Panji Petualang yang terkenal sebagai penakluk satwa berbahaya, tak juga berhasil menangkapnya.

Bahkan sayembara sudah dilakukan untuk menolong buaya ini namun hasilnya nihil. Hingga pada akhirnya warga Kota Palu, Sulawesi Tengah berhasil menangkapnya.

Buaya berkalung ban ini muncul di Sungai Palu, tepatnya di samping kiri Jembatan Tiga Palu, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 20.00 WITA, Senin (7/2/2022).

Warga Kota Palu bernama Hili disebut menjadi sosok penangkap buaya berkalung ban yang legendaris ini.

“Kalau hasil wawancara staf saya tadi ternyata memang dia suka menolong satwa liar,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng Haruna, Senin (7/2/2022).

Hili dikenal tak hanya sebagai penyayang satwa tertentu, tapi juga penyayang segala satwa liar, termasuk buaya dan luar dan binatang lainnya.

Haruna mengaku sempat khwatir apabila buaya itu melukai seseorang karena warga begitu dekat dengan buaya tanpa ada batas pengaman pada saat ban itu dilepaskan dari leher buaya itu.

Namun tak satu pun warga yang terluka, terutama Hili sosok penangkap buaya.

“Di situlah kelebihan seseorang,” kata Kepala BKSDA Haruna. (GIN)