Bandung Raya Akan Naik PPKM Level 3, Yana: Kami Mengajukan Pertimbangan

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap lakukan upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19, salah satunya dengan melakukan pengetatan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) terutama masker. Selain itu, pengawasan di kewilayahan akan dioptimalkan.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kepada media usai melaksanakan Rapat Terbatas (Ratas) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung, diruang tengah Balai Kota Bandung, Senin (7/2).

Lebih jauh Yana menjelaskan, terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan sejumlah penyesuaian aturan PPKM Level 3 untuk beberapa wilayah aglomerasi di Jawa dan Bali yakni Jabodetabek, DIY, Bali dan Bandung Raya sepekan mendatang, Kota Bandung siap miliki Perwal terbaru yang mengatur perihal penerapan aturan yang akan diberlakukan.

“Untuk Kota Bandung, kami meminta pertimbangan kepada Pak Gubernur Jawa Barat terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bandung. Pasalnya, proses vaksinasi sudah tinggi, bahkan diakuinya pemulihan ekonomi sudah berjalan denagn baik,” tuturnya.

Disamping itu juga, penggunaan aplikasi pada PeduliLindungi dikalangan para pelaku ekonomi, menurut Yana, cenderung lebih baik. “Dan akhirnya Gubernur menyampaikan pada prinsipnya level 3 merupakan pengetatan aktivitas dan perihal pemulihan ekonomi diberikan kepada kebijakan kearifan lokal masing-masing,” katanya.

Karena itu Yana menyampaikan untuk Kota Bandung masih menunggu keputusan dari Inmendagri dan juga arahan Jabar, terkait waspada di level 3 ini. Sementara menunggu hal itu, Yana pastikan seluruh SKPD bergerak cepat, disemua kewilayahan.

“Langkah kongret saat ini kami instruksikan salah satunya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk terus melakukan tes acak, baik disekolah, hotel, tempat wisata, bahkan dilokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan dibatasi untuk jam operasional mal, supermarket serta pusat perbelanjaan lainnya.

“Bisa juga membatasi kawasan arah masuk ke Kota Bandung sebagai salah satu kota aglomerasi,” tandasnya. (TRI)