BERITA INSPIRADAERAHHEADLINE NEWS

Bandung Barat Geber Atasi Masalah lingkungan

BANDUNG BARAT, INSPIRA – Raihan prestasi Kabupaten Bandung Barat selama kepemimpinan Bupati Hengki Kurniawan sangat banyak. Selain mampu meraih gelar WTP selama dua tahun berturut.

Kepemimpinan Kang Hengki juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat KBB. Salah satunya adalah penanganan masalah lingkungan.

Di mana di eranya, Kang Hengki membuka pintu seluas-luasnya bagi pihak yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Diantaranya adalah kehadiran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB bekerjasama PT Aimtopindo Nuansa Kimia dan Forum Penyelemat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat, menginisiasi pembangunan instalasi pengolahan kohe (Bio Digester) di Kampung Babakan Ampera, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang.

Selain bio gas, bantuan lainnya yakni ada alat mesin pengering lemon hingga sarana untuk menghasilkan maggot.

Ketua Kelompok Keahlian Teknologi Pengolahan Biomasa Dan Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Prof. Lienda A. Handojo mengaku berterimakasih atas peran Bupati Hengki Kurniawan. Menurut dia, Pemkab Bandung Barat telah berperan penting untuk dapat mewujudkan kerjasama dan pengabdian terhadap masyarakat ini.

“Saya mewakili pihak ilmuwan ITB berterimakasih kepada pak Hengki Kurniawan Bupati KBB beserta jajarannya dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian , Dinas KUKM, Dinas Peternakan dan Camat Lembang atas kordinasi & penyambutan yang baik terhadap tim LPPM ITB, FTI ITB, PPMI ITB saat pemberian bantuan berupa mesin pengering utk petani lemon, kopi dan stevia di Desa Jayagiri & Desa Suntenjaya Lembang sejak tahun 2021 & 2022 hingga sekarang tahun 2023 mendapat bantuan unit biogas kohe & sarana budidaya maggot, ” ujarnya.

Dia menambahkan, meski saat ini Hengki Kurniawan purna tugas di KBB semoga sumbangsih dari LPPM ITB bermanfaat untuk masyarakat kabupaten bandung barat umumnya dan khususnya di Kecamatan Lembang.

Terkait biogas, Prof. Lienda A. Handojo mengatakan, pembangunan instalasi pengolahan limbah kotoran hewan (kohe) ini, selain meminimalisir pencemaran lingkungan juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Lienda menyebutkan, limbah kohe yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Selain itu sisa dari pengolahaannya biogas (ampas padat) diolah menjadi kompos dan pakan Magot.

“Dari limbah kohe ini jika diolah dengan baik maka akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dengan produk yang dihasilkan,” katanya, Senin (18/9/2023).

Instalasi pengolahan kohe yang dirancang saat ini, lanjut Lienda untuk menampung kohe sebanyak 352 kilogram per hari dari 20 hingga 25 ekor sapi milik para petani di Bababkan Ampera, Desa Jayagiri, Lembang.

“Ini merupakan pilot project dan jika dalam pengelolaannya sudah berjalan dengan baik, maka akan diperluas lagi,” jelasnya.

Dirut PT Aimtopindo, Ir Setyo Yanus Sasongko menyatakan, instalasi yang dibangun merupakan prototype dan harus dikelola secara keberlanjutan. Umumnya selama ini pengelolaan biogas hanya sekedar mengelola limbah dan tidak ditindaklanjuti dengan pemanfaatnya.

“Untuk itu diharapkan bio gas ini bisa dimanfaatkan untuk proses pengeringan magot, cairannya bisa dijadikan pupuk, dan sistem sosial ekonimnya juga harus mendukung sehingga akan berlanjut lebih besar dan lebih luas lagi,” tuturnya. *(roska)

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.