Awas! Cuaca Ekstrem Tingkatkan Potensi Bahaya Saat Puncak Arus Mudik di Nagreg
KABUPATEN BANDUNG INSPIRA – Polresta Bandung memprediksi puncak arus mudik lebaran Tahun 2026 di jalur selatan Nagreg,Kabupaten Bandung akan terjadi pada H-3 hingga H-2 lebaran.
Kapolresta Bandung,Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penerapan sistem one way secara situasional di jalur arteri Nagreg.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian di wilayah Garut dan Tasikmalaya serta mendapat persetujuan dari Polda Jawa Barat.”Jika volume kendaraan dari arah Jakarta meningkat tajam, kendaraan dari arah sebaliknya akan dilakukan penundaan sementara guna mengurai kemacetan,” katanya.
Aldi juga menghimbau agar seluruh pemudik dan masyarakat yang melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung untuk berhati-hati dengan kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di jalur Nagreg. Dia mencontohkan wilayah jalur Nagreg yang pada Sabtu kemarin dua kali di guyur hujan lebat dan angin kencang sehingga meningkatkan potensi bahaya bagi para pemudik.
“Hujan yang masih sering terjadi bisa sangat membahayakan, jadi pemudik harus lebih hati-hati” tambah Aldi.
Jalur Nagreg, salah satu titik vital saat arus mudik dan balik, kini menghadapi tantangan serius akibat cuaca ekstrem. Hujan deras dan angin kencang membuat jalan licin dan meningkatkan kemungkinan pohon tumbang.
Polresta Bandung menyoroti area turunan di Lingkar Nagreg sebagai lokasi yang sangat rawan. Kondisi jalan yang menurun dan licin dapat memicu insiden jika pengemudi tidak berhati-hati.
“Kecepatan kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan,” pesan Aldi.(Bambang)**
Foto:Bambang/inspira


