Angkat Kearifan Lokal, J&C Cookies Gandeng Saung Anglung Udjo 

BANDUNG INSPIRA,- Brand J&C Cookies menjadi salah satu pelaku usaha kue kering terbesar di Kota Bandung, bahkan turut berperan serta dalam nenyiapkan lapangan perkerjaan. Tahun ini, mereka pun menggandeng pelaku industri kreatif dan UMKM di Bandung sebagai upaya ikut  memulihkan perekonomian ditengah  pandemi COVID-19.

Kini, J&C Cookies yang didirikan pada 11 April 1996 yang mulanya hanya mempekerjakan beberapa karyawan, sekarang mempekerjakan 100 orang karyawan tetap dan 1000 orang karyawan musiman.

Tahun ini juga J&C menggandeng Saung Anglung Udjo untuk berkolaborasi lewat industri kreatif. Pemilik J&C Cookies Jodi Janitra mengatakan Ide kolaborasi dengan Saung Angklung Udjo sudah tercetus sejak tahun 2021, namun baru direalisasikan pada tahun ini.

“Jadi waktu tahun lalu saya ngobrol sama Mang Opik atau Taufik Hidayat Udjo.  Beliau bercerita Saung Angklung Udjo sangat terdampak pandemi. Akhirnya kepikiran buat kemasan besek dari bambu dan memang ide muncul dari saya tapi untuk eksekusi pembuatannya dari Mang Opik,” ungkap dia belum lama ini.

Tak hanya itu, menggunakan kemasan kue dari bambu juga merupakan langkah  untuk memperkecil pemakaian kemasan impor. Terlebih di bulan Ramadan ini, kemasan atau hampers menjadi primadona hantaran  lebaran bagi keluarga, sahabat atau rekan.

“Untuk harga satu paket hampers lebaran J&C Cookies kemasan besek bambu dijual dengan harga mulai dari Rp250 ribu.  Disamping itu, J&C Cookies juga ingin mendorong agar kue kering bisa menjadi sajian sehari-hari dan tidak melulu saat hari-hari besar saja,” paparnya menambahkan.

J&C sendiri berarti Jodi dan Cindy, yang merupakan anak dari pasangan Bapak Dedi dan Ibu Diah, selaku sang pemilik juga  mengatakan sebagai sebuah brand, J&C Cookies memiliki misi mengembangkan industri untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada saat Idulfitri, Natal, Tahun Baru, sampai Imlek.

Hingga saat ini, J&C Cookies sendiri kue kering tanpa bahan pengawet sampai 200 ton per tahunnya. Sementara itu, untuk kemasan parcel bisa memproduksi sekitar 12.000 pcs per tahun dengan pemasaran di Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.