Angka Penyebaran Kasus Aktif Masih Tinggi, Pemkot Siap Bubarkan Pasar Kaget

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melarang aktivitas pasar kaget selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 berjalan. Meski fakta dilapangan kegiatan pasar kaget masih kerap ditemui, salah satunya di kawasan monumen atau monju.

“Kami tegaskan tidak boleh lagi ada pasar tumpah, kasus sudah di atas 1.100 lebih per hari,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Kamis (17/2/2022).

Untuk itu, Yana meminta kepada masyarakat agar patuh terhadap kebijakan tersebut. Kepada para petugas kewilayahan dan dinas terkait pun diharapkan dapat melakukan pengawasan ketat agar tidak ada pasar kaget yang beroperasi.

“Kalau masih ada bubarkan, pasar kaget berpotensi menciptakan kerumunan yang membuat penyebaran Covid-19 dapat terjadi,” ujarnya.

Lebih jauh Yana mengutarakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh kepala dinas dan forum komunikasi pimpinan kepala daerah terkait dengan Inmendagri nomor 10 tahun 2022. Dalam kebijakan tersebut terdapat pelonggaran aktivitas di sektor ekonomi dan sosial.

“Pertama adalah perbedaan signifikan di Inmendagri pelonggaran penambahan kapasitas. Kami lihat pemerintah pusat berharap meski kita semua harus melakukan upaya pencegahan Covid-19 dengan prokes ketat tapi kegiatan ekonomi tetap harus berjalan, namun dengan hati-hati lewat pengawasan ketat,” paparnya.

Yana juga menambahkan, pada Inmendagri disebutkan pelonggaran kapasitas dilakukan di sektor ekonomi dan sosial dari jumlah kapasitas. Meski begitu pihaknya belum akan menambah kapasitas dan jam operasional untuk sektor usaha.

“Kita belum menambah kapasitas dan jam operasional kita tetap sesuai perwal. Karena angka penyebaran Covid-19 masih tinggi,” tandasnya. (TRI)