Farhan Akan Desain Ulang Trotoar Kota Bandung
BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung memantapkan rencana percepatan pembangunan infrastruktur pada 2026. Empat sektor jadi fokus utama: perbaikan jalan, penataan ulang trotoar, pembenahan drainase, dan penambahan penerangan jalan umum (PJU).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya kini intens berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menyinkronkan jadwal proyek. Langkah ini diambil agar pengerjaan fisik di lapangan tidak tumpang tindih, terutama antara perbaikan jalan dengan proyek utilitas bawah tanah.
“Untuk infrastruktur jalan, kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSBAM), PT BI, serta Asosiasi Badan Jasa Telekomunikasi (Abjatel) sebagai pelaksana infrastruktur terpadu. Tujuannya agar saat penggalian tidak bertabrakan dengan perbaikan dan pembangunan jalan,” ujar Farhan, Minggu (19/4/2026).
Farhan menegaskan, pembangunan jalan tak hanya menyasar badan jalan. Trotoar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki juga akan dibongkar dan didesain ulang. Desain baru akan dibuat lebih tinggi dan dilengkapi pembatas tegas.
“Khusus untuk trotoar, kami ingin membongkar ulang desainnya. Trotoar harus lebih tinggi dan memiliki pembatas yang tegas agar tidak dijadikan tempat parkir motor dan mobil, tetapi tetap aksesibel bagi pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas,” tegasnya.
Perubahan ini merespons maraknya alih fungsi trotoar menjadi tempat parkir liar yang memaksa pejalan kaki turun ke jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pada sektor drainase, Pemkot mengakui masih menemui kendala teknis di lapangan. Pengembangan saluran air sering terhambat karena bersinggungan dengan jaringan utilitas yang sudah tertanam.
“Untuk drainase, kami perlu banyak terobosan. Namun tidak mudah, karena sering bertabrakan dengan infrastruktur utilitas di bawah tanah, terutama tiga pipa yang sangat kami khawatirkan, yakni pipa air PDAM, pipa gas PGN, dan pipa milik Pertamina,” jelas Farhan.
Karena itu, pemetaan dan sinkronisasi data dengan pemilik jaringan utilitas jadi syarat mutlak sebelum pengerjaan dimulai.
Untuk PJU, Pemkot memprioritaskan penambahan lampu di ruas jalan yang minim penerangan. Kawasan Soekarno-Hatta jadi fokus, mulai dari ruas Samsat ke arah timur hingga Cibiru.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan terlibat membantu penerangan di ruas jalan provinsi. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan membantu, terutama untuk ruas Pasteur sampai Gasibu dan ruas Setiabudi dari Ledeng sampai Cihampelas,” tandas Farhan.
Dengan skema koordinasi terpadu dan desain infrastruktur yang lebih inklusif, Pemkot Bandung menargetkan pembangunan 2026 berjalan efisien tanpa bongkar-pasang berulang yang mengganggu aktivitas warga.(Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


