Kematian Harimau Benggala di Bandung Zoo Momentum Evaluasi Tata Kelola Kebun Binatang
BANDUNG INSPIRA – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa kematian anak harimau Benggala bernama Hara di Bandung Zoo menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola kebun binatang. Pengelolaan satwa tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan harus melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami memastikan hal ini tidak mengganggu kesejahteraan hewan lain. Saya akan meninjau langsung kondisi kebun binatang pada Jumat,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).
Dia menegaskan bahwa kematian Hara bukan disebabkan oleh kelalaian perawatan, melainkan karena induknya merupakan carrier virus panleukopenia. Virus tersebut dikenal menyerang keluarga felin, termasuk harimau dan kucing, dan sulit diselamatkan jika sudah menginfeksi anak satwa sejak lahir.
“Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Satu anak tidak terselamatkan, satu lagi sedang kita upayakan,” ucapnya.
Meski Bandung Zoo sedang ditutup operasionalnya sejak Februari lalu, Farhan memastikan bahwa tidak ada satwa yang ditelantarkan.
“Petugas 100 persen standby. Semua informasi terpantau. Ada lima dokter hewan dalam satu tim yang terus melakukan pemantauan intensif,” ujar dia.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya standar pengelolaan satwa di lembaga konservasi.
“Saya sudah mengecek ke beberapa taman marga satwa. Virus ini memang salah satu yang paling perlu diwaspadai, jika ada kucing besar di kebun binatang. Ke depan, pengelolaan harus lebih ketat agar tidak terulang,” tandasnya.
Farhan juga menekankan bahwa evaluasi tata kelola kebun binatang harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas perawatan satwa, pengawasan kesehatan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa. (Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


