H-5 Lebaran 1.525 Pemudik Telah Berangkat dari Terminal Cicaheum Bandung
BANDUNG INSPIRA – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 dari Terminal Cicaheum Kota Bandung telah mulai terasa. Hingga Minggu (15/3/2026), tercatat sebanyak 1.525 penumpang telah diberangkatkan melalui 113 unit armada bus. Meskipun demikian, aktivitas di terminal pada pagi hari masih tergolong kondusif dan belum menunjukkan peningkatan jumlah yang signifikan.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan total akumulasi keberangkatan penumpang bus antarkota yang berangkat dari Bandung menuju berbagai daerah tujuan mudik sejak arus mudik resmi dimulai.
“Meskipun jumlah pemudik sudah mulai meningkat, situasi di area terminal hingga pagi hari Minggu masih cukup tenang dan belum terjadi kemacetan atau kepadatan penumpang seperti pada masa menjelang puncak arus mudik,” jelas Asep saat diwawancarai pada hari yang sama.
Menurutnya, pihak pengelola memproyeksikan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026. Hal ini sejalan dengan semakin dekatnya jadwal libur panjang dan tingginya minat masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Asep menjelaskan bahwa pola pergerakan penumpang setiap tahunnya cenderung meningkat secara bertahap beberapa hari sebelum puncak, dengan lonjakan yang cukup besar diperkirakan terjadi menjelang pertengahan pekan depan.
Berdasarkan catatan resmi, sebagian besar penumpang yang berangkat dari Terminal Cicaheum menggunakan layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan tujuan utama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kedua provinsi tersebut menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pemudik karena banyak masyarakat asal Bandung yang memiliki akar keluarga atau kampung halaman di daerah tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, untuk rute antarkota dalam provinsi (AKDP), tujuan perjalanan paling banyak adalah ke berbagai daerah di Jawa Barat, khususnya kawasan Priangan Timur dan wilayah Pantura.
“Beberapa lokasi yang menjadi tujuan utama antara lain Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Kuningan, dan Indramayu,” tambahnya.
Asep menyampaikan bahwa kedatangan calon pemudik di Terminal Cicaheum biasanya lebih banyak terjadi pada sore hari, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan jarak jauh ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Sebagian besar jadwal keberangkatan bus untuk rute jauh tersedia pada sore hingga malam hari, sehingga penumpang lebih memilih datang tidak terlalu lama sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Selain itu, banyak pemudik juga memilih perjalanan malam agar dapat tiba di daerah tujuan pada pagi atau siang hari berikutnya, sehingga dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
‘Hal ini membuat aktivitas terminal mulai meningkat sejak siang hari dan mencapai puncak kepadatan pada sore hingga malam hari, terutama ketika memasuki masa puncak arus mudik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, pihak pengelola terus melakukan pemantauan berkala terhadap pergerakan arus mudik serta bekerja sama erat dengan seluruh operator bus agar pelayanan tetap berjalan lancar dan aman.
“Kami telah memastikan seluruh fasilitas di terminal siap digunakan dengan kondisi optimal untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik masyarakat,” tegas Asep.
Asep juga mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik melalui Terminal Cicaheum untuk merencanakan perjalanan dengan lebih awal. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepadatan serta memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung dengan aman dan nyaman bagi semua pihak.(Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


