Jelang IdulFitri, Pengunjung Pasar Baru Bandung Menurun
BANDUNG INSPIRA – Jumlah pengunjung di Pasar Baru Bandung menjelang Idulfitri tahun ini mengalami penurunan signifikan. Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Bandung, Iwan Suhermawan, mengatakan bahwa kondisi yang biasanya menjadi puncak belanja justru tampak lesu.
“Memang ada kenaikan dibanding hari biasa, tetapi tidak signifikan seperti biasanya. Tahun ini fenomenanya berbeda,” kata Iwan Suhermawan, Jumat ( 13/03/2026). Menurut dia, salah satu penyebab utama adalah deflasi yang masih melanda Indonesia sehingga banyak masyarakat kecil tidak memegang uang.
Selain itu, perilaku konsumen juga berubah, di mana mereka tidak lagi membeli baju khusus saat Lebaran, melainkan membeli kapan saja tanpa menunggu Idulfitri. Iwan menilai, situasi tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah pusat untuk segera introspeksi kebijakan fiskalnya.
“Biasanya orang-orang memaksakan diri membeli kebutuhan Lebaran, tapi sekarang meskipun dipaksakan, memang sedang tidak bisa. Ini warning keras untuk pemerintah agar segera introspeksi kebijakan fiskalnya,” ujar dia.
Pihaknya menyebut, kenaikan jumlah pengunjung hanya sekitar 1 hingga 2 persen dengan keramaian terbatas pada akhir pekan. Bahkan, ada pedagang yang belum mendapat penjualan sama sekali, menjadi fenomena luar biasa di Pasar Baru.
Dari sisi jumlah pengunjung, Pasar Baru saat ini hanya mencatat sekitar 5.000 orang per hari, jauh menurun dibanding masa normal sebelum pandemi yang bisa mencapai 20 hingga 30 ribu pengunjung. Iwan menegaskan bahwa masalah utama bukan pada harga, melainkan daya beli masyarakat.
“Ini bukan masalah naik harga, ini masalah sulitnya ekonomi,” tegasnya. Upaya promosi melalui media sosial sudah dilakukan oleh pedagang, namun belum mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
“Tidak bisa mengerek penjualan, kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja,” ujar Iwan. Dengan situasi ini, pedagang di Pasar Baru berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi. (Bambang)**
Foto:Bambang/inspira


