Akhir Ramadan Jadi Ujian Besar Kota Bandung Dalam Mengatasi Penumpukan Sampah
BANDUNG INSPIRA – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, tengah menyiapkan strategi menghadapi lonjakan sampah yang biasanya terjadi pada akhir Ramadan. Efektivitas program Gaslah dan teknologi pengolahan sampah RDF, masih dalam tahap awal sehingga pemantauan langsung menjadi kunci.
“Belum 100 persen efektif. Saya baru mulai turun ke lapangan untuk melihat seberapa besar kerja mereka. Mereka baru mulai bekerja sejak 1 Februari, sekarang baru minggu keempat. Saya beri waktu sampai akhir Maret,” kata Farhan, Selasa 24 Februari 2026.
Dijelaskan ia, program Gaslah ditargetkan mampu menurunkan 40 ton sampah per hari. Sementara itu, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) juga mulai diterapkan meski untuk kapasitas besar masih dalam tahap pengembangan dan beberapa instalasi memerlukan perbaikan karena kesalahan konstruksi.
“Ujian besar kita tentu di akhir Ramadan. Sampah biasanya meningkat. Tapi kita lihat dulu bagaimana para Gaslah menghadapi itu,” ucapnya.
Farhan menambahkan, pentingnya koordinasi antara tim Gaslah dan operator teknologi pengolahan sampah untuk memastikan target penurunan sampah tercapai. Selain itu, evaluasi rutin lapangan dilakukan guna menilai efektivitas, dan mengatasi kendala teknis yang muncul selama implementasi.
“Dengan persiapan ini, tentunya kami berharap lonjakan sampah selama Ramadan dapat tertangani dengan lebih baik dan mendorong masyarakat ikut serta menjaga kebersihan lingkungan,” ujar dia.(Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


