Pasar Baru Bandung Optimistis Rebound Pada Ramadan 2026
BANDUNG INSPIRA – Pasar Baru Bandung yang merupakan pusat perbelanjaan legendaris di jantung Kota Bandung, kembali menjadi magnet bagi wisatawan dan pemburu kebutuhan sandang dari berbagai daerah jelang Ramadan 2026 ini.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Yenda, mengatakan bahwa para pedagang di Pasar Baru dipastikan akan menghadirkan program harga khusus memasuki bulan suci Ramadhan 2026.
“Setiap Ramadan kami pasti mengadakan harga promo. Namun tergantung kebijakan masing-masing pemilik toko. Yang jelas, itu ada,” ujar Yenda.
Produk fesyen muslim seperti baju koko, perlengkapan salat, dan gamis dengan desain terbaru menjadi barang yang paling banyak dicari. Pasar Baru juga akan mengeluarkan desain-desain baru pada Ramadan nanti.
Yenda menjelaskan bahwa target kunjungan Pasar Baru sulit diprediksi, namun kawasan tersebut masih menjadi salah satu destinasi belanja paling menarik di Kota Bandung. “Insyaallah tahun ini kita bisa rebound. Ini momentum Pasar Baru untuk bangkit setelah tahun-tahun pasca-Covid,” ungkapnya optimistis.
Dari sisi omzet, Ramadan selalu menghadirkan lonjakan signifikan. Dibanding hari biasa, pendapatan pedagang bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Bahkan pada masa keemasan sekitar 2017, omzet pernah melonjak hingga enam sampai tujuh kali lipat.
Tren bahan busana muslim tahun ini diperkirakan mengarah pada material seersucker atau yang dikenal sebagai “seal”, serta tencel. Warna lembut dan natural diprediksi mendominasi, seperti warna kulit, putih kekuningan, hingga cream atau yang kini populer disebut “warna bumi”.
Pengunjung Pasar Baru berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, bahkan Jakarta, dan mancanegara seperti Brunei dan Malaysia. Bandung dikenal sebagai Paris van Java, sehingga memiliki daya tarik kuat dari sisi desain dan tren fesyen.
Pasar Baru juga mengadakan acara kebudayaan dan kearifan lokal jelang Ramadhan ini.Misalnya acara munggah, sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan. “Kita biasa melakukan acara munggah, kalau mau Ramadhan ini sebagai bentuk menjalani silaturahmi dan saling memaafkan,” tandas Yenda.(Bambang)**
Foto:Bambang/inspira


