Badan Geologi: Desa Pasirlangu Berpotensi Longsor Susulan Seluruh Pemukiman Harus Direlokasi
BANDUNG INSPIRA – Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peringatan terkait potensi longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil analisis, desa tersebut masih berpotensi terjadi pergerakan tanah dan aliran bahan rombakan susulan.
Plh Kepala PVMBG Badan Geologi Edi Slameto menjelaskan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan longsor di Desa Pasirlangu. Faktor-faktor tersebut adalah morfologi, geologi, kondisi lereng, dan penggunaan lahan. Morfologi daerah tersebut merupakan hasil proses vulkanisme Gunung Burangrang yang kemudian mengalami proses eksogen. Geologi daerah tersebut memiliki kondisi tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut.
“Kedua geologi, kondisi tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut menyebabkan tanah menjadi gembur, urai, dan mudah lepas atau patah. Secara regional daerah ini dipengaruhi oleh sistem struktur geologi berupa patahan dan rekahan yang berarah dominan barat laut–tenggara dan barat daya–timurlaut yang di temukan sepanjang lereng bagian atas,” ucap Edi di Kantor Badan Geologi, Bandung, Jumat (30/1/2026).
Badan Geologi merekomendasikan agar pemukiman di Desa Pasirlangu direlokasi ke tempat yang aman. Selain itu, mereka juga merekomendasikan normalisasi sungai dan pembuatan penahanan limpasan air untuk pengendalian erosi air dan tanah. Pemantauan jalur air pada lembah-lembah lain dengan karakteristik morfologi dan geologi serupa di kaki Gunung Burangrang juga diperlukan.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi longsor susulan. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), lokasi kejadian termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Artinya, daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah dengan didukung faktor pemicu utama yaitu curah hujan tinggi.
“Bukan hanya Pasirlangu, lembah-lembah lain dengan karakteristik morfologi dan geologi serupa memiliki potensi kejadian yang sama,” kata Edi. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


