Farhan Lakukan Investigasi Terkait Maraknya Pencurian Kabel Bawah Tanah di Bandung
BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini tengah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengungkap praktik ilegal pencurian kabel bawah tanah.
Maraknya aktivitas galian jalan dan trotoar di sejumlah wilayah Kota Bandung disinyalir dimanfaatkan oleh kelompok kriminal untuk melakukan aksi pencurian tersebut.
“Nah ini, saya mendapatkan dugaan kalau masalah galian, terutama ketika saya memastikan langsung di wilayah Buahbatu. Kesempatan ini digunakan oleh beberapa kelompok kriminal, dan saat ini kita sedang berusaha melacaknya,” ujar Farhan, Rabu 21 Januari 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, pihaknya menemukan dugaan kuat adanya kelompok kriminal yang memanfaatkan proyek galian sebagai kedok untuk membongkar fasilitas publik, khususnya kabel utilitas bawah tanah.
Kelompok tersebut diduga melakukan pembongkaran trotoar dan badan jalan pada malam hari untuk mencuri kabel bawah tanah. Aksi pencurian kabel bawah tanah tersebut,tidak hanya merugikan operator utilitas, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan yang membahayakan pengguna. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian serius berada di kawasan Buahbatu, di mana kabel milik Telkom dilaporkan hilang dan jalan yang dibongkar tidak dikembalikan seperti semula.
“Di Buahbatu itu kabelnya adalah kabel Telkom, sudah ada laporan resmi bahwa kabel tersebut hilang. Kemudian jalannya rusak dan tidak diperbaiki, saat ini kita sedang mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat,” katanya.
Pemkot Bandung menargetkan penyelesaian penataan kabel dan infrastruktur utilitas kota secara bertahap hingga 100 persen pada tahun ini. Pada enam bulan pertama atau hingga triwulan kedua, progres ditargetkan mencapai sekitar 50 persen. Namun, penyelesaian penataan tidak sepenuhnya seragam di seluruh wilayah, tergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung.
“Kalau kabel udara, ada yang di jalan protokol dan ada yang di kewilayahan. Yang di protokol akan selesai 100 persen. Sedangkan yang di kewilayahan, tergantung kesiapan infrastrukturnya. Ini yang sedang kita bereskan satu per satu, termasuk perencanaannya,” tandasnya. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


