Sekda Bekasi Ikuti Groundbreaking Sekolah Rakyat Nasional, Progres Capai 10 Persen
BANDUNG INSPIRA – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, didampingi Kepala Dinas Cipta Karya dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, mengikuti kegiatan Groundbreaking Sekolah Rakyat (SR) serentak nasional secara virtual. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, kemarin.
Groundbreaking Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui pembangunan sekolah berbasis kerakyatan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi.
Sekda Endin Samsudin menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi saat ini berjalan sesuai dengan rencana. Hingga Januari 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 10 persen, dengan masa kontrak pekerjaan hingga Juni 2026.
“Kalau persentase, tadi sudah mendapatkan informasi bahwa ini sudah 10 persen. Untuk progresnya, kontraknya berjalan sampai dengan bulan Juni. Kami dari Pemerintah Kabupaten Bekasi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden, serta Kementerian PUPR, termasuk jajaran wilayah Jawa Barat yang saat ini sudah melaksanakan pekerjaannya,” ujar Endin.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan sosial kelompok masyarakat kurang mampu.
Endin juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan berbagai persiapan pendukung, salah satunya penyiapan calon peserta didik yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Tadi juga disampaikan oleh Pak Kepala Dinas Sosial bahwa calon peserta sudah mulai disiapkan melalui pendataan, dari yang sebelumnya DTKS kini DTSN. Penjaringan dilakukan dari desil 1 sampai 5, sehingga saat nanti launching, kewajiban kita dalam menyiapkan peserta sudah siap,” jelasnya.
Menurut Endin, Sekolah Rakyat dirancang untuk mendorong peningkatan status sosial masyarakat melalui pendidikan yang setara dan inklusif. Program ini mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA, dengan target sekitar seribu siswa untuk satu angkatan.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang tertinggal dalam pendidikan dasar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Kementerian PUPR, Tommy, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat Tahap II.
“Kontrak pekerjaan dimulai sejak 2 Desember 2025 dan akan berakhir pada 29 Juli 2026,” ungkapnya.
Setelah dilakukan serah terima pertama pekerjaan, Sekolah Rakyat tersebut diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk menampung siswa Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan, sekaligus menerima peserta didik baru.
Tommy menambahkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,4 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bekasi dan akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial sebagai pihak pengelola.
“Fasilitasnya meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, asrama wali dan pengajar, ruang serbaguna, ruang makan, ruang ibadah, serta fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer, basket, dan lapangan upacara,” paparnya.(Fahmi)**
Sumber Foto: Jabarprov


